Tugu Kunstkring Paleis: When Art, History and Good Food Meet

  • 22 December 2013
  • 86 views

The art, soul and romance of Indonesia. Setiap ruangan memiliki cerita yang berbeda.

LAZONE.ID -

Talkmen.com --- The art, soul and romance of Indonesia. Setiap ruangan memiliki cerita yang berbeda.

Kecintaan sang founder akan dunia seni dan sejarah Indonesia dituangkan melaui Tugu Kunstkring Paleis.

Jika Anda pernah mendengar nama Buddha Bar, pasti Anda akan teringat akan bangunan besar kuno yang terletak di bilangan Jakarta Pusat. Ya, gedung yang tadinya adalah kantor imigrasi sekarang telah berubah fungsi menjadi sebuah galeri seni sekaligus restoran yang bernama Tugu Kunstkring Paleis. Berdasarkan namanya, tempat ini memang merupakan salah satu tenant terbaru dari Tugu Hotel & Restaurants Group yang memang telah terkenal akan keunikannya.

Seperti yang saya telah sebutkan Tugu Hotel & Restaurants Group terkenal akan keunikannya yaitu dekorasi yang digunakan pada setiap hotel maupun restoran mereka. Sebut saja Dapur Babah, Lara Djonggrang, Samarra, Shanghai Blue 1920. Kesemua restoran ini memiliki dekorasi yang didominasi dengan barang-barang seni yang sudah berumur ratusan tahun dan kental akan nuansa zaman dulu serta sarat akan makna.

Tugu Hotel & Restaurants Group memiliki visi untuk membawa kembali ke kehidupan seni yang indah, budaya dan sejarah Indonesia. Oleh karena itulah akhirnya Tugu Hotel & Restaurants Group memutuskan untuk mengambil alih salah satu bangunan bersejarah yang paling indah di Jakarta ini. Tugu Kunstkring Paleis merupakan hasil kerja sama Tugu Group dengan Lingkaran Seni Indonesia yang ingin mengembalikan fungsi awal dari bangunan ini.

Tampak depan dari Tugu Kunstkring Paleis.  

Menurut sang PR, dulunya Tugu Kunstkring Paleis merupakan sebuah galeri seni yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda dengan tujuan untuk mempromosikan praktek dan antusiasme untuk seni rupa dan dekoratif Hindia. Bangunan ini pertama kalo dibuka pada tanggal 17 April 1914 dan dibuka kembali tepat 99 tahun kemudian oleh Tugu Group.

Gedung ini memang memiliki banyak fungsi namun tetap setia untuk menjalankan misinya yaitu untuk mempromosikan segala sesuatu yang berhubungan dengan seni. Dulunya gedung ini pernah menampilkan karya seni kelas dunia milik Vincent van Gogh, Pablo Picasso, Paul Gauguin, Marc Chagall pada tahun 1934 dan 1939. Satu hal yang menarik salah satu sayap bangunan ini dulunya terdapat sebuah kafe terkenal yang menjual makanan dan anggur bernama Stam en Weynes.

Berdasarkan sejarah inilah, Grup Tugu mengambil alih gedung ini dan mengembalikan ke fungsi awal sebagai galeri seni dimana para seniman-seniman Indonesia dapat memamerkan hasil karyanya kepada masyarakat luas. Selain itu juga ditambahkan juga fungsi restoran agar masyarakat dapat mengenal Indonesia tidak hanya dari karya seni namun juga melalui makanan.

Ruangan yang biasa digunakan para seniman untuk memamerkan karya mereka.  

Tugu Kunstkring Paleis sendiri terdiri dari beberapa ruangan yang memiliki tema yang berbeda dengan nilai sejarah yang sangat kental. Seperti ruangan Pangeran Diponegoro yang merupakan ruang makan utama di Tugu Kunstkring Paleis. Ruangan ini sengaja dibuat sebagai penghormatan untuk Pangeran Diponegoro yang dikenal sebagai pejuang dari tanah Jawa pada masa Hindia Belanda.

Di ruangan ini Anda akan melihat sebuah lukisan yang sangat besar berukuran 9 m x 4 m yang berjudul The Fall Of Java. Lukisan ini menggambarkan tentang penangkapan Pangeran Diponegoro pada 28 Maret 1830 di rumah Magelang Resident, setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh Jenderal De Cock dari Pemerintah Hindia Belanda. Lukisan dengan tema The Fall of Java ini pernah dilukis oleh JW Pieneman dan Raden Saleh.

Main dining area.  

Selain ruang Diponegoro, ada ruangan yang bernama Suzie Wong. Ruangan yang satu ini terinspirasi dari sebuah novel karya Richard Mason yang bercerita tentang seorang wanita bernama Suzie Wong. Dia bekerja sebagai seorang wanita penghibur demi menafkahi anaknya. Kisahnya yang cukup fenomenal membuat sang founder dari Grup Tugu mendedikasikan satu ruangan untuk Suzie Wong. Dalam ruangan ini Anda akan dibawa ke dalam suasana dramatis di Hongkong pasca terjadinya perang pada tahun 1950an.

Lalu ada ruangan Soekarno yang didedikasikan untuk sang proklamator Ir. Soekarno. Dalam ruangan ini, Anda akan menemukan berbagai gambar dari sang proklamator yang merupakan koleksi dari founder Grup Tugu. Ruangan ini sendiri bisa dijadikan private area bagi Anda yang ingin menikmati suasana ruang Soekarno dengan orang-orang terdekat.

Selain ruangan Soekarno, ada juga ruangan Multatuli. Seperti  ruangan Soekarno, ruang ini didedikasikan untuk seorang tokoh Belanda bernama Eduard Douwes Dekker atau yang lebih dikenal dengan Multatuli. Beliau dikenal sebagai orang menentang sistem tanam paksa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda pada masanya. Dalam ruangan ini, Anda bisa melihat lukisan Multatuli yang menjadi salah satu dekorasi dalam ruangan ini.

Bisa dijadikan ruangan private untuk Anda dan keluarga.  

Jika Anda bosan duduk di dalam ruangan, Anda bisa menikmati suasana open air di Balcony Van Menteng. Di area ini Anda dapat menikmati suasana senja yang sejuk sambil melihat pemandangan yang mengelilingi tempat ini. Suasana ini sangat cocok bagi Anda yang menginginkan suasana sore hari yang romantis sambil menikmati berbagai pilihan teh yang diimpir dari seluruh dunia dan juga kopi dari hasil perkebunan Grup Tugu yang berada di Blitar, serta hidangan gurih dan manis yang dapat memanjakan Anda.

 

Anda bisa menikmati high tea dengan suasana sejuk.  

Overall, tempat ini memang merupakan salah satu tempat yang sarat akan makna dan banyak cerita. Tempat ini bisa Anda kunjungi dengan orang terdekat ataupun keluarga Anda karena dengan siapun Anda datang, akan banyak cerita yang akan tercipta saat Anda mengunjungi tempat ini.

Baca juga artikel pilihan untuk kamu...

Inspiring Place

Ada Alien di Gua Papua?

21 August 2017 1183 views share
Inspiring Place

Berenang Bareng Hiu Ada di Banyuwangi

16 August 2017 851 views share
Inspiring Place

Fakta Menarik Tentang Kawah Ijen yang Jarang Diketahui

15 August 2017 704 views share