Restu Sinaga, Great Minds Discuss Ideas

  • 07 May 2014
  • 235 views

Banyak yang tidak mengenal dirinya, hanya asal bicara.

LAZONE.ID -

Talkmen.com --- Banyak yang tidak mengenal dirinya, hanya asal bicara.

  Dengan cara bicara yang begitu lugas dan sempat berapi-api dalam menjawab beberapa pertanyaan, ia berusaha ingin menjelaskan sesuatu yang sepertinya selama ini salah kaprah.  
"Enggak banyak orang tau gue, main asal bicara. Gue digosipin inilah itulah. Gue ya gue, gue yang menjalani kehidupan ini, so, gue yang tau semuanya. But that's life, gosip bisa datang dari mana aja. Satu hal yang paling gue benci adalah, kadang orang terdekat gue sampai bertanya benar tidaknya suatu gosip. Kalau udah begitu, biasanya langsung gue patahin, loe kenal gue udah lama kan? So enggak usah loe bertanya sama bodohnya sama orang-orang di luar sana."

Jawabannya seolah marah pada keadaan yang selalu terlihat sama mengenai dirinya. Salah, dan tidak ada yang benar. Dengan gaya kasualnya yang khas, kemeja pink, jeans usang, dan sneakers, Restu Sinaga berbicara mengenai banyak hal yang sepertinya tidak pernah diungkap oleh infotainment. Aktor kelahiran 21 September 1974 ini terlihat begitu cool sebelum Tim memulai sesi tanya jawab. Namanya memang begitu melejit di kancah perfilman Indonesia semenjak ia tampil dalam film Cinta Silver (2005) bersama dua aktris papan atas lainnya yaitu Luna Maya dan Catherine Wilson. Mengenyam karier di dunia modelling bukanlah pencapaian yang ia inginkan di awalnya. Boleh jadi, itu hanyalah sebuah selingan untuk mengisi sakunya menjalani kehidupan.

Namun rupanya jalan keberuntungan berkata lain. Wajahnya yang mulai terpampang di mana-mana kian menyeret dirinya untuk ikut terlibat dalam industri film. Beberapa film yang telah dibintanginya ialah Missing, I Love You, Om, Koper, Rahasia Bintang, Asmara Dua Diana, Susuk Pocong, Darah Perawan Bulan Madu, Bahwa Cinta Itu Ada, I Know What You Did On Facebook, Laura dan Marsha, dan KM 97. Film-film tersebut cukup mendapat sambutan positif dari para pecinta film di Tanah Air, begitu pun Restu yang semakin terasah kemampuan aktingnya. Banyak pertanyaan yang mendarat di telinganya saat ia memutuskan untuk berperan beberapa film horor, salah satunya Darah Perawan Bulan Madu.

Restu Sinaga menceritakan awal perjalanan kariernya.  

Ia pun tak menyangkal, ia membutuhkan pekerjaan untuk mendapat penghasilan tambahan. Ia juga mengakui sangat selektif dalam memilih tawaran untuk memerankan suatu tokoh dalam film. Kebetulan Darah Perawan Bulan Madu adalah satu jenis film bergenre horor yang belum pernah ia mainkan sebelumnya. Merasa tertantang, ia pun menyanggupi untuk tampil dalam film tersebut. Ia pun tidak takut image dirinya akan bergeser saat ia harus beradegan panas dengan beberapa artis lainnya (seperti yang Anda tahu, film horor produksi lokal lebih banyak menonjolkan adegan panas daripada hantunya itu sendiri). Terpaan isu yang sering mendera dirinya, seperti isu sering bergonta-ganti pasangan dan playboy kelas kakap tak menjadikannya mundur untuk tampil apabila ada tawaran film bergenre horor yang serupa.

"Gue pernah ada di lowest point gue. Semua cowok juga pasti pernahlah, dan enggak laki kalau enggak survive ngelewatin itu semua. Waktu itu gue bener-bener bingung gue harus apa, tawaran job juga lagi sepi, gue enggak tau besok makan gimana, keperluan ini itu gimana. Tapi gue kerja keras, gue cari info kanan kiri, apa ada yang bisa gue kerjain, gue bantuin. Sampai akhirnya tahun 2002 gue mendirikan Ad Living, sejenis biro desain interior sama temen gue. Gue cukup puas sih bisa ngejalanin itu semua, sekaligus hobi gue sama dunia interior juga kesampaian... Hehehe"

Itulah pria menurut dirinya. Bukan pria jika tidak pernah melalui titik terkelam dalam kehidupannya, dan ia harus selamat melalui itu semua. Dan Restu pun mengakui jika dunia selalu berputar. Ada pasang surut atas anugerah dan karier yang selama ini diterimanya. Saat itulah ia memutuskan untuk mencoba hal-hal baru untuk membunuh kejenuhan dan penat yang mengisi relung pikirannya. Ia mengakui tak jarang traveling adalah jalan keluar untuk menemukan secercah inisiatif baru yang mungkin berdampak positif dalam kehidupannya. Apalagi saat shooting untuk film Cinta Silver, ia begitu mengagumi keindahan Pulau Bali karena film tersebut banyak mengambil lokasi pengambilan gambar di tempat-tempat yang jarang terjamah oleh turis.

Masa kelam telah ia lalui dengan begitu sempurna, menjadikan dirinya seperti sekarang ini.  

Namun, kebiasaannya bepergian itu kembali terhenti saat ia kembali sibuk melakoni aneka peran yang ditawarkan padanya. Hidupnya pun beranjak naik kembali. Itulah sebuah perjuangan tersendiri yang tak akan pernah ia lupakan. 

Baca juga artikel pilihan untuk kamu...