Di balik ribetnya mencari pengganti Ben Affleck sementara The Batman punya timeline dan semesta sendiri, Warner Bros memasukkan lagi nama aktor yang pertama kali memerankan Batman di layar lebar, Michael Keaton untuk meneruskan takhta Affleck di DCEU.

DCEU memang semesta yang nggak jelas nasibnya setelah Affleck mundur dan Justice League yang disentuh akhir oleh Joss Whedon mengecewakan.

Tapi jelas semesta itu nggak bisa gitu aja berhenti karena di dalamnya banyak superhero yang kadung terlibat.



Superman, Wonder Woman, Aquaman, The Flash sampai Cyborg ada di semesta itu meski mereka juga bisa melanjutkan proyek solonya tanpa mengganggu satu sama lain.

Jalan memilih Keaton sebagai Batman lagi sebenarnya adalah pilihan cerdas dan jenius. Sebab, Batman versi Keaton ini masuk ke film solo The Flash yang masih diperankan Ezra Miller.

The Flash punya time point atau yang disebut flashpoint. Dengan superpowernya, ia bisa menembus perjalanan waktu.

Di sini Batman tua pun masuk akal dimasukkan dalam scene proyek tersebut lewat sosok Keaton. Pemilihan Keaton sepertinya memang langsung dipertimbangkan bos rumah produksi tersebut sejak awal Affleck memutuskan cabut dan The Batman memilih sosok Robert Pattinson untuk film solonya.



DC memang unik. Ketimbang memilih mengejar ketertinggalan dari Marvel, mereka memakai jalan-jalan yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Suicide Squad yang juga tak dikritik positif pun langsung dipoles lagi dengan arah berbeda dengan sutradara baru, James Gunn yang mengambil alih estafet David Ayer.

Sementara itu, Harley Quinn bisa tampil solo di Birds of Prey atau Joker arahan Todd Phillips yang luar biasa sukses secara story dan pendapatan dengan mengandalkan aktor Joaquin Phoenix tetap sama-sama bisa jalan.