Membahas tentang prestasi sebuah film pasti nggak jauh-jauh dari pemain, tema atau pun cerita. Well, nggak ada yang salah dengan itu, tapi harus disadari hadirnya satu sosok yang membuat semua itu terjadi. Yup, sutradara! Membicarakan tentang itu, ada nih satu orang yang menarik banget untuk diikuti jejaknya.

Kamu yang udah nonton Oscar kemarin pasti tahu nih siapa pemenang untuk film terbaik. Exactly! Birdman yang disutradarai oleh Alejandro Gonzales Inarritu. Sebenarnya bukan suatu yang mengherankan jika si tukang sibuk asal Meksiko ini mampu membuat film yang dibintangi Michael Keaton tersebut menang. Di antara para sutradara yang lain, Alejandro adalah salah satu yang terbaik.

Lebih dari sepuluh tahun berada di balik layar, Alejandro tahu betul gimana cara bikin film bagus. Salah satunya lewat teknik yang mungkin nggak terpikirkan oleh sineas lain. Misalnya Amores Perros yang menjadi debutnya pada tahun 2000. Film ini sederhana tapi punya ciri khas dalam permainan alurnya. Nggak cuma flashback, cerita disajikan dengan runutan waktu yang terkesan random. Beberapa kritikus mengatakan kalau gaya seperti ini mirip dengan Tarantino. Hmm tentunya jadi sebuah pujian tersendiri nih.

Nggak konvensional menjadi ciri khas Alejandro dalam membuat film. Ia ingin menciptakan point of view yang berbeda-beda untuk beberapa tokoh. Terdengar nggak lazim dan unik emang, tapi kejanggalan ini yang jadi pembeda antara karya-karyanya dengan sutradara lain. Dan Birdman adalah salah satu contohnya. You must see, Guys!

Saat ini Alejandro tengah memproduksi film baru berjudul The Revenant yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Liat aja deh apakah gaya penuturan Alejandro yang anti mainstream sekali lagi bisa membuat filmnya memboyong piala Oscar.