Joker bisa dibilang sebagai salah satu villain paling ikonik di dunia komik superhero. Selama puluhan dekade Joker jadi seorang villain yang ‘sempurna’ karena tujuannya memang hanya untuk berbuat kekacauan. Joker adalah kebalikannya Batman, begitupun sebaliknya. Jika seorang Bruce Wayne atau Batman adalah simbol kepatuhan terhadap order atau aturan, maka Joker adalah simbol chaos atau kekacauan dan pelanggaran.

Puluhan tau juga dunia komik superhero diadaptasi jadi film live action, Joker udah lumayan sering muncul di layar lebar. Dari sekian banyak pemeran Joker, Jared Leto mungkin salah satu yang paling banyak disorot.

Kemunculannya di Suicide Squad sebenarnya banyak dinanti karena Jared Leto menawarkan versi dan feels yang sangat berbeda dari Joker biasanya. Jika biasanya Joker digambarkan sebagai seorang psikopat, maka dalam film Suicide Squad Joker digambarkan sebagai seorang gangster kriminal yang bengis nan sadis.

Meski sempat menuai kritik tajam karena dianggap gak menjiwai sebagai seorang Joker, kini kehadirannya kembali dinanti setelah muncul dalam trailer Justice League Snyder Cut. Joker tampil jauh berbeda dari penampilan sebelumnya.

Zack Snyder mengubah banyak aspek dari villain satu ini supaya karakterisasinya cocok dengan tone film yang dibawakan.

Sambil menanti kehadirannya, berikut ini ada beberapa fakta tentang Joker di Snyder Cut yang harus lo ketahui, Bro.

Jared Leto Dicibir Meski Totalitas Menjadi Seorang Joker



Sebelum tampil di trailer Snyder Cut dan dinanti banyak fans, Joker adalah sasaran empuk kritik dan tanggapan miring dari film Suicide Squad. Dirinya dinilai gak menjiwai sebagai seorang Joker. Padahal faktanya, Jared Leto hanya membawakan versi lain dari sang villain.

Untuk jadi seorang Joker, banyak pendalaman peran yang dilakukan oleh Jared Leto selama proses syuting. Bahkan, saat di lokasi syuting Jared Leto gak ragu untuk menjaga persona Joker meski sedang tidak beraksi di depan kamera.


Walaupun gak terlalu ekstrim, Jared Leto terlihat mengisolasi diri selama proses syuting berlangsung. Bahkan dirinya memberikan barang-barang aneh kepada sesama pemeran di film Suicide Squad. Dikutip dari What Culture, Scott Eastwood yang juga terlibat dalam film itu bahkan merasa takut jika berada di dekatnya meski sedang tidak melakukan syuting. 

Selain itu kepada Margot Robbie yang memerankan Harley Quinn, kekasihnya dalam film Suicide Squad, Jared Leto mengirimkan sepucuk surat cinta yang disertai bangkai seekor tikus.

Untuk menjaga emosi dan kejiwaannya tetap stabil, kru Suicide Squad harus menyediakan therapist pribadi di lokasi syuting. Ini mampu menyeimbangkan karakterisasi yang dibawakan oleh Jared Leto dan juga kepribadian aslinya sebagai orang biasa di luar lokasi syuting,

Kabarnya ini dilakukan karena Warner Bros merasa perlu melakukan antisipasi lebih jika berkaca pada apa yang terjadi dengan Heath Ledger.

Sayangnya, dengan banyak effort seperti itu Joker tetap mendapat porsi tampil yang sedikit dalam film Suicide Squad. Terhitung dirinya punya screentime total sekitar 11 menit.

Joker di Snyder Cut Menghilangkan Salah Satu Ciri Khas Joker



Joker punya ciri khas. Apapun pakaian yang digunakan olehnya, wajah sang villain selalu berwarna putih pucat dengan cat hitam mengelilingi matanya. Selain itu, bagian mulut dan sekitarnya selalu diberi cat merah yang memberi kesan tersenyum ketika dilihat. Dan juga rambutnya berwarna hijau.

Dalam kemunculannya di Suicide Squad, Joker tetap menggunakan ciri-ciri tersebut dengan rambut hijau yang sedikit pendek dan tampak klimis.

Namun dalam trailer Snyder Cut, Joker terlihat gak menggunakan rambut berwarna hijaunya sebagai penampilan. Warna putih pada wajah serta riasan lain seperti mulut berwarna merah serta sekeliling mata yang berwarna hitam tetap dipertahankan.

Rambut yang terurai ke bawah pun membuat para penggemar membandingkannya dengan Joker versi Joaquin Phoenix yang punya karakter penampilan serupa.

Di Film Snyder Cut Joker Hadir Dalam Sebuah Adegan Mimpi



Yap, Joker gak bakal tampil secara langsung menghadapi hero atau villain yang ada pada Justice League versi Snyder Cut. Melainkan sang Clown Prince Of Crime bakal jadi bagian dari adegan mimpi Batman yang dikenal dengan Knightmare.

Di dalam Knightmare, Joker kemungkinan tampil sebagai seseorang yang memberi petunjuk kepada Bruce Wayne atau Batman. Joker menunjukkan keadaan dunia yang ‘tidak baik-baik saja’ karena kehadiran mereka.

Dialognya yang berbunyi “We live in a society, where honor is a distant memory.” Dialog tersebut seakan menandakan Batman adalah tokoh kunci di pertarungan yang bakal terjadi.

Well, fans yang menonton trailer tersebut punya reaksi berbeda. Banyak yang menjadikan kutipan Joker dalam trailer tersebut jadi sebuah meme. Fans menggunakan kutipan tersebut sebagai guyonan terhadap kondisi sosial di sekitar mereka, atau sekedar untuk menertawakan kutipan yang dianggap gak punya makna itu.

Inilah Perbedaan Tampilan Joker Dari Film Sebelumnya



Ada beberapa perbedaan antara penampilan Joker dalam film Suicide Squad dan Justice League Snyder Cut.

Perbedaan pertama adalah soal rambut. Seperti yang dibahas tadi, rambut Joker dalam Snyder Cut dibiarkan terurai ke bawah seperti tampilan Joker versi Joaquin Phoenix. Rambut tersebut juga terlihat gak punya warna hijau yang selama ini jadi ciri khas Joker jika tampil di depan layar atau dalam panel komik. Ini menandakan emang Joker yang tampil dalam adegan Knightmare gak sepenuhnya Joker seperti yang udah pernah lo saksikan.

Joker dalam Snyder Cut dan Suicide Squad juga punya perbedaan dalam hal riasan. Dalam versi Suicide Squad, penampilannya jauh berbeda dari penampilan standar Joker. Soalnya sang villain emang diceritakan punya tubuh yang seluruhnya putih setelah dirinya tenggelam dalam sebuah tangki bahan kimia.

Selain itu tidak ada mulut lebar karena luka yang membentuk senyum dan ditutupi oleh facepaint berwarna merah pada versi Suicide Squad.

Sedangkan pada versi Snyder Cut, Jared Leto mendekati penampilan standar Joker disamping rambutnya yang tidak berwarna hijau. Wajahnya tampak berwarna putih hasil dari sebuah riasan badut dan juga pada bagian mulutnya terdapat warna merah yang seolah menutupi luka di sekitar mulut, seperti Joker pada umumnya.


Tato yang ada di bagian keningnya pun tidak tampak dalam versi Snyder Cut. Bisa dibilang emang tato tersebut adalah salah satu aspek paling kontroversial dari penampilan Joker dalam film Suicide Squad. Tapi mengingat dirinya tampil sebagai seorang kriminal dan juga gangster, rasanya wajar jika dirinya punya tato semacam itu.

Sebagian orang menilai bahwa tulisan “damaged” atau berarti rusak yang ada pada keningnya itu juga seakan mengisyaratkan bahwa Joker bukan karakter yang superior. Kalau pun dirinya “rusak” oleh sesuatu hingga menjadi Joker, tidak jelas diceritakan apa yang membuatnya seperti itu.

Zack Snyder sempat ditanya soal perbedaan dalam hal tato ini, tapi dirinya tidak memberikan jawaban apapun tentang perbedaan yang ada.

Joker emang baru tampil sekilas di dalam trailer Justice League Snyder Cut, tapi udah banyak yang berspekulasi hanya dengan melihat salah satu aspek penampilannya ini.

Gak cuma itu, karakter suara yang lebih mendalam ketika dirinya berbicara juga bikin Joker kelihatan jadi karakter yang sangat serius dalam trailer tersebut. Ini diduga terjadi karena Joker juga merasa tertekan dengan keadaan yang ada. Kehadiran Batman dalam adegan tersebut justru seakan “menyelamatkan” sang villain.

Di Snyder Cut ini Joker kemungkinan Bekerja Sama Dengan Batman



Yap, ini bukanlah hal yang mustahil karena dalam beberapa kesempatan Joker malah punya jalan pikiran yang sama dengan Batman. Dalam film animasi Batman The Killing Joke, Batman bahkan menenangkan Joker yang saat itu sudah nyaris kalah di hadapannya.

Tapi apa sih yang bikin keduanya bisa aja bekerja sama?

Dalam adegan Knightmare, kemungkinan sebagian anggota Justice League sudah tewas dan menyisakan Batman, Cyborg, serta The Flash. Kehancuran jelas terlihat dalam adegan mimpi yang menceritakan tentang nasib bumi jika Darkseid berhasil melakukan invasi yang direncanakan.

Dalam keadaan seperti itu, bukan gak mungkin Batman butuh ide-ide gila dan petunjuk dari seorang Joker untuk menghadapi masalah seperti itu. Nada bicara yang dalam dari seorang Joker saat kemunculannya juga menandakan bahwa ada sesuatu yang sangat serius harus dihadapi.

Joker Jared Leto, Karakter Yang Sangat Pas Untuk Zack Snyder



Well, mungkin Zack Snyder udah menegaskan bahwa dirinya gak bakal menggarap film atau bekerja sama lagi dengan studio DC dan Warner Bros dalam waktu dekat, Bro. Tapi Joker adalah karakter yang sangat pas untuk sutradara seperti Zack Snyder.

Kenapa bisa gitu?

Zack Snyder adalah sutradara dengan tipikal film yang dark secara tone warna dan tone cerita. Suasana suram yang dibawakan oleh Zack Snyder dinilai lebih cocok untuk menceritakan seorang villain daripada superhero.

Contoh tone cerita yang dark dari seorang Joker udah pernah diperlihatkan dengan sangat baik oleh Todd Phillips. Dirinya bisa menyajikan dengan baik kisah kelam masa lalu Arthur Fleck hingga akhirnya menjadi seorang Joker yang memimpin aksi anarkis.

Zack Snyder bisa menggunakan formula serupa jika ingin membuat film tentang Joker. Dirinya sudah bisa dianggap ahli dalam membuat film dengan tone yang kelam secara warna.

Jika suatu hari Warner Bros memutuskan untuk melakukannya, Zack Snyder mungkin siap untuk dipanggil. Sebab sebelum bilang ingin mengundurkan diri dari DCEU, dirinya sempat menyatakan bahwa punya ide untuk 5 film lainnya dan mungkin film solo Joker adalah salah satu di antaranya.