Beragam konflik semakin memanas dalam film Marvel, 'Captain America: Civil War' mendatang. Dalam film yang akan tayang di bioskop mulai 27 April 2016 ini, Steve Rogers yang memimpin tim Avengers dengan formasi baru kembali menjalankan misi mereka untuk menjaga umat manusia di muka bumi.

Namun setelah aksi penyelamatan dari Avengers yang mengakibatkan kerusakan besar, tokoh-tokoh politik kemudian menekankan perlunya diberlakukan sistem akuntabilitas, dimana pemerintah akan menjadi lembaga yang mengawasi serta mengarahkan tim penyelamat dunia ini.

Avengers mendiskusikan hak memilih mereka terkait The Sokovia Accords – dikenal juga sebagai Legislasi Superhero Dunia yang terbukti menjadi sumber konflik dan akan dijelaskan dalam film Captain America: Civil War mendatang.

Status Quo-pun muncul dalam tim Avengers, yang mengakibatkan perpecahan tim ke dalam dua kelompok yang masing-masing dipimpin oleh Steve Rogers. Dengan keinginannya agar Avengers tetap menjadi tim independen dalam membela kemanusiaan tanpa campur tangan pemerintah. Sementara kubu lainnya dipimpin oleh Tony Star yang justru dengan mengejutkan mengambil keputusan untuk mendukung pengawasan dan arahan dari pemerintah.

Anthony dan Joe Russo akan menjadi sutradara dalam film ini bersama dengan Kevin Feige yang menjadi produser. Louis D’Esposito, Victoria Alonso, Patricia Whitcher, Nate Moore dan Stan Lee menjadi Produser Eksekutif. Naskah ditulis oleh Christopher Markus dan Stephen McFeely.

Bersiaplah memilih tim dan ikut serta dengan aksi-aksi nonstop dari kedua tim saat film “Captain America: Civil War” tayang perdana di bioskop-bioskop Indonesia tanggal 27 April 2016.