Awal tahun ini, salah satu franchise horor yang legendaris kembali ke layar lebar dengan membawa bintang dan sutradara yang baru. Kali ini, remake film tersebut diarahkan oleh seorang sutradara muda asal Amerika Serikat, Nicolas Pesce.

The Grudge sendiri diawali dengan film berjudul Ju-On: The Grudge yang disutradarai oleh Takashi Shimizu dan dirilis di Jepang pada tahun 2002 lalu. Kemudian, Shimizu ditunjuk sebagai sutradara untuk remake versi Hollywood-nya dengan judul The Grudge dan dirilis pada tahun 2004.

Sedikit nostalgia, keduanya membawa konsep cerita yang berbeda meskipun berasal dari film yang sama. Mungkin hal ini dilakukan untuk menyesuaikan pasar tempat film tersebut dirilis. Kalau keduanya dibandingin, kira-kira begini Bro hasilnya.

Perbandingan

Sebelum versi 2020 ini, kedua versi tersebut dibuat jadi franchise. Dalam Ju-On versi Original (Jepang), ada 4 film yang dibuat yaitu Ju-On (2000), Ju-On: The Curse 2(2000), Ju-On: The Grudge (2002), dan Ju-On: The Grudge 2(2003). Lalu pada versi remake di Amerika Serikat, film tersebut menjadi trilogi The Grudge (2004), The Grudge 2 (2006), dan The Grudge 3(2009).

Dalam Ju-On original (versi Jepang), diceritakan jika seseorang mati di bawah pengaruh amarah pembunuhnya, tragedi tersebut bakal meninggalkan kutukan. Ini terjadi ketika Takeo membunuh istrinya, Kayako dan seluruh anggota keluarganya ada di sana, Ini menciptakan kutukan yang udah disebutkan sebelumnya dimana setiap orang yang datang ke lokasi tersebut mengalami kutukan yang sama. Ceritanya dianggap lebih sederhana dan masuk akal. 

Oh iya, Ju-On di Jepang gak ragu buat menampilkan adegan-adegan sadis dan berdarah-darah, ini membantu film tersebut membangun suasana yang mencekam. Berbeda dengan The Grudge (2004) yang diubah dengan rating PG-13, yang artinya film tersebut jadi lebih ramah untuk segala kalangan.

Dalam versi reboot pertama Amerika, ceritanya gak beda jauh. Hanya saja orang yang terlibat dalam pembunuhan itu kebetulan adalah semuanya orang Amerika. Begitupun orang yang pindah ke lokasi pembunuhan adalah orang Amerika. Yang membuatnya mengganjal adalah, kenapa versi remake ini malah membawa banyak orang Amerika ke dalam cerita tersebut dibandingkan membawa cerita tersebut ke Amerika dengan latar dan karakterisasi yang lebih relevan dengan orang Amerika?

The Grudge yang kembali di-reboot awal tahun ini kembali menghadirkan suasana mencekam lewat adegan-adegan sadis yang ditampilkannya. Di Amerika, film ini jelas mendapatkan rating R meskipun di Inggris batas usia untuk menontonnya lebih rendah. Seperti kebanyakan film horor Amerika belakangan ini, The Grudge juga mengandalkan teknik jumpscare untuk menakuti para penonton, selain dari adegan berdarah-darah dan sadis yang ada.

Kengerian juga muncul karena beberapa adegan menakutkan melibatkan serangan-serangan langsung dari makhluk halus yang ada kepada para karakter yang terlibat di dalamnya.

Uniknya, lo bakal melihat Lin Shaye yang udah gak asing di film horor Hollywood era 2010-an. Soalnya, wanita itu muncul sebagai Elise Rainier dalam franchise Insidious sebagai seorang paranormal membantu menangani kasus paranormal yang dialami oleh keluarga dari karakter utama film ini.

Selain itu, ada juga Sam Raimi, orang dibalik suksesnya trilogi Spider-Man era 2000-an. Bedanya, disini Raimi berperan sebagai produser, sedangkan The Grudge sepenuhnya berada di bawah arahan Nicolas Pesce.

Lo udah nonton The Grudge versi terbaru, Bro? Mana menurut lo versi yang lebih seram, versi original atau versi remake Hollywood?