Udah nonton Project Almanac? Gimana menurutmu, Guys? Well, harus diakui jika film garapan Dean Israelite ini tergolong keren terutama dari sisi visualnya. Cerita yang bertema time travelling tersebut juga disampaikan dengan menarik banget. Tapi, seperti film-film perjalanan waktu yang lain, plot Project Almanac terlalu mudah ditebak.

Seperti biasanya, para pemain bakal menemukan mesin waktu atau mengembangkannya, lalu dengan ajaibnya berhasil sukses. Kemudian dilanjutkan dengan percobaan pertama yang juga sukses besar, dari sini kemudian biasanya mereka bakal mulai ambisius dan menggunakan si time machine seenaknya. Tebak apa yang bakal terjadi? Yes, kekacauan besar dan mereka bakal kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semua. That’s all!

Penjelasan tersebut juga sama persis dengan alur yang ada di Project Almanac. Meskipun alurnya sebagian besar udah bisa ditebak, tapi Dean tahu betul gimana cara bikin plotnya jadi sedikit agak kabur sehingga tetap bikin penonton penasaran.

Hal menarik lain dari film ini adalah gimana sang sutradara dengan canggihnya mampu menyampaikan energi luar biasa dari para pemainnya yang rata-rata adalah remaja. Cerita kelas berat tersebut mampu diimbangi hingar bingar kehidupan muda-mudi Amerika Serikat yang khas dan penuh warna-warni. Nggak ketinggalan Dean juga menampilkan beberapa scene menjurus seksisme. Meskipun begitu, kali ini idenya termasuk otentik dan fresh.

Secara keseluruhan, film ini termasuk keren. Meskipun alur ceritanya udah bisa ditebak, tapi kamu bakal disuguhkan dengan pengembangan cerita yang keren. Dibandingkan dengan Back To The Future atau Butterfly Effect, Project Almanac masih bisa diunggulkan. Terutama karena visualnya yang keren itu.