Naga (Teuku Rifnu Wikana) adalah seorang tukang pijat yang hidupnya biasa-biasa aja. Namun perlahan, hidup Naga berubah menjadi lebih berliku ketika ia harus memijat para langganan yang rata-rata bukan orang biasa itu.

Ada Ustaz Etawa (Lukman Sardi) yang merupakan ketua Partai Amal Syurga yang jago suap, Piton Wangsalaba (Ray Sahetapy) yang berkeinginan menjadi presiden, news anchor bernama Chika Cemani (Jenny Chang), serta Tickize Chueqnta (Kelly Tandyono) yang jago banget melobi.

Selama menjadi tukang pijat orang-orang tersebut ia mendengar banyak hal. Skandal politik, seks dan uang. Ia lupa untuk memperhatikan hal yang penting, bahwa semua yang didengarnya ngga harus disuarakan.

Film ketiga Lola Amaria ini emang bermaksud untuk menyuarakan kritik politik serta menyampaikan keresahan seseorang tentang negerinya. Film bergenre komedi ini punya dialog yang keren banget dan sarat pesan, naskah tersebut digarap oleh Lola dan Indra Trenggono.

Meskipun mengusung tema politik yang berat, namun Negeri Tanpa Telinga disampaikan dengan gaya sederhana. Ditambah dengan permainan parodi menjadikan film ini hiburan yang segar namun juga seperti membuat penonton menjadi berkaca diri.

Namun sayang sekali pada fase klimaks film ini cenderung biasa aja. Namun hal tersebut tertutupi berkat akting para pemain yang membuat keseluruhan film menjadi hidup dan memuaskan untuk dilihat. Film ini adalah penggambaran apa yang sedang terjadi saat ini di negeri ini, dan Lola berhasil membuatnya dengan versinya sendiri.