Nggak seperti film pendahulunya, A Dame To Kill For seperti belum bisa mengangkat cerita asli dari komik yang diadaptasi. Beberapa segmen yang terdapat pada komik ngga terdapat di  film ini, sehingga bagi penyuka karya Frank Miller ini pasti bakalan nggak puas. Namun begitu, bisa dipastiin jika film yang pertama udah pernah nonton dan suka, pasti bakal ngerasain hal yang sama di seri A Dame To Kill For ini.

banner-ads

Jika dilihat dari jalan cerita, sepertinya ngga perlu ditanya ya. Komik aslinya aja udah keren gitu, yang pasti jalan cerita dalam film tersebut ngga jauh-jauh dari itu. Selain itu, film ini juga disajikan dalam tone hitam putih dengan sedikit warna. Sehingga terlihat klasik namun unik. Hal tersebut juga ditambah pengaplikasian teknologi 3D yang bikin film ini udah komplit banget dari sisi presentasinya.

Para pemerannya pun sepertinya adalah yang terbaik yang bisa dipilih. Masing-masing karakter mempunyai cerita sendiri-sendiri yang unik dan kemudian digabung dengan keren. Namun ada beberapa hal yang kontras perihal karakter. Dwight sebagai tokoh utama sama sekali ngga terasa perannya sebagai tokoh utama. Malah sebaliknya karakter Ava Lord memiliki karakteristik yang paling kuat dalam film ini.

Agar paham keseluruhan jalan ceritanya, maka direkomendasikan untuk melihat film Sin City yang pertama. Kamu bakal paham cerita detail dari Ava Lord, Dwight dan yang lain. Pasti bakal seru banget jika udah nonton seri pertama kemudian dilanjut seri yang sekarang ini.

Secara keseluruhan film ini layak banget deh ditonton. Tapi perlu diperhatikan untuk nggak mengajak temen atau adik yang dibawah umur. Alasannya tentu aja bakal banyak adegan dewasa dan kekerasan. Overall film ini recommended bagi penyuka film action.