South to South Film Festival (StoS) tahun ini kembali di gelar di Jakarta. Festival film yang rutin digelar tiap dua tahun sekali sejak tahun 2006, kali ini menampilkan 23 film dari Peru, Brasil, dan Indonesia. Selain itu ada juga pemutaran film dari Amerika Serikat, Kanada, Perancis dan Inggris.
Jika dibandingkan dengan Festival Film yang ada,South to South Film Festival memilki perbedaan yang cukup signifikan karena festival ini mengangkat tema-tema ketidakadilan dan eksploitasi sumber daya alam yang terjadi di Negara-negara bagian selatan. Namun Festival film ini juga terbuka untuk negara maju yang masih memiliki ketidakadilan terhadap warga miskin dan masyarakat adat, seperti film-film yang datang dari Amerika Serikat, Kanada, Perancis dan Inggris.
South to South Film Festival 2010 yang akan mengambil tempat di Goethe haus dan CCF Salemba pada 22-24 Januari ini tidak hanya melulu berkaitan dengan pemutaran film, nantinya Festival ini juga akan menggelar diskusi keliling ke 19 SMA di kawasan Jabotabek dengan tema masalah lingkungan keseharian dan perubahan iklim. Beragam kompetisi di festival ini juga diikuti 32 peserta kompetisi blog, 30 peserta fotonovela dan 67 film dokumenter. Tahun ini, untuk pertama kalinya StoS Festival akan menganugerahkan StoS Award untuk film dokumenter terbaik.
Pada hari pembukaan Jumat, 22 januari di Goethe haus akan diputar dua film, yakni Anak-anak Lumpur (2009) karya sutradara Danial Rifki dan The Age of Stupid (2009), film dokumenter karya Franny Armstrong. Informasi lebih mengenai StoS 2010 bisa dilihat di www.stosfestival.org. [rsk]
Sumber gambar: www.stosfestival.org
(http://www.stosfestival.org/images/download/poster_small.jpg)