Kembali dibukanya sebagian bioskop di Amerika dimanfaatkan oleh Tenet untuk rilis sesuai waktu yang dijanjikan. Sebelumnya seperti film lain, Tenet juga mengalami beberapa kali penundaan akibat pandemi yang gak kunjung usai ini.

Kehebohan dan antusiasme penonton nunggu rilis film Tenet adalah salah satu bukti bagaimana CHristopher Nolan jadi salah satu sutradara yang paling dikagumi di Hollywood. Pria satu ini sering bikin film yang bakal bikin para penontonnya tercengang karena plot twist, maupun keindahan visual yang ada di dalamnya.

Trilogi Dark Knight jadi salah satu contoh bagaimana Nolan bisa mengangkat kualitas dan standar sebuah film. Beberapa kali, film yang mengangkat karakter Batman gagal di box office dan berakhir dengan rating yang kurang baik. Tapi, sutradara satu ini mampu membawa film dengan genre superhero masuk ke dalam jajaran film terbaik sepanjang masa. Inilah yang bikin banyak orang gak sabar nunggu perilisan film Tenet.


Tapi setelah Tenet rilis, rupanya Christopher Nolan malah dibanjiri kritik karena filmnya tersebut.

Kritik dan komentar negatif Tenet muncul karena suara dalam film ini dianggap sangat mengganggu dan bikin percakapan yang terjadi gak terdengar dengan jelas.

Salah satu review di majalah Forbes mengatakan bahwa sound design film Tenet adalah sesuatu yang mengkhawatirkan. Dirinya mengambil contoh karakter Bane yang diperankan oleh Tom Hardy pada film The Dark Knight Rises dan sound di film Interstellar sebagai salah satu kelemahan dalam film karya Nolan.

Ternyata, tidak jelasnya percakapan karakter Bane dan sound mengganggu dalam film Interstellar terulang dalam Tenet. Di beberapa bagian, banyak orang yang merasakan percakapan antara karakter yang terjadi di film Tenet ini tidak terdengar dengan jelas. Sehingga mereka gak bisa menangkap apa sebenarnya pesan yang berusaha disampaikan oleh Nolan dalam film ini.


Tapi tentu aja sang sutradara membela diri setelah mendapat banjir kritik tersebut. Dirinya mengatakan bahwa kejelasan cerita gak melulu cuma didapatkan melalui dialog yang jelas. Dirinya ingin penonton memperhatikan petunjuk-petunjuk visual yang ada untuk mengerti pesan dari film tersebut.

Menurut gue Bro, kritik miring yang datang saat perilisan Tenet ini muncul karena emang orang-orang terlalu hype dengan perilisannya. Hype yang tinggi ini bikin ekspektasi orang juga terlalu tinggi terhadap filmnya.

Meski begitu, gak sedikit juga yang memuji Tenet sebagai sebuah karya visual yang elegan. Seperti film-film Nolan lainnya, banyak fans yang terpuaskan dengan aspek tersebut.

Di Indonesia sih belum rilis Bro karena bioskop juga belum ada yang buka. Tapi, apakah setelah melihat reaksi-reaksi negatif seperti ini lo masih berminat buat nonton? Mungkin lo bisa menilai sendiri ketika filmnya udah tayang nanti.