Baru sampai Jakarta dan ingin menikmai tayangan oke sebelum mulai beraktivitas pekan depan. Loe bisa langsung ke bioskop buat nonton The Bourne Legacy yang baru tayang terbatas, khusus midnight, sebelum mulai ditayangin serempak 29 Agustus nanti. Kenapa film ini kudu Loe tonton' Memang, absennya Matt Damon dalam The Bourne Legacy sempat memunculkan kekhawatiran dan prasangka buruk dari para penggemar, walaupun dibintangi oleh Jeremy Renner yang telah menunjukkan kebolehannya dalam film laga Mission Impossible: Ghost Protocol dan The Avengers. Kenyataannya, The Bourne Legacy berhasil menggeser posisi The Dark Knight Rises dalam Box Office pada minggu pertama rilisnya. Film terbaik dari sebuah trilogi adaptasi komik termegah sepanjang masa. Seperti yang pernah LA Lights ulas sebelumnya, kehadiran Jeremy dalam film ini bukan menggantikan peran Matt sebagai Jason Bourne. The Bourne Legacy mengangkat kisah seorang karakter protagonis baru bernama Aaron Cross yang merupakan bagian dari Operation Outcome, sebuah program rahasia departemen pertahanan. Dalam program tersebut para agen diberi asupan pil hijau untuk meningkatkan kemampuan fisik dan pil biru untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Kelangsungan program tersebut menghadapi ancaman setelah Jason Bourne mengekspos Operation Blackbriar dan Treadstone Project yang menyeret sejumlah petinggi CIA ke dalam investigasi FBI. Sebagai langkah taktis, Eric Byer (Edward Norton) memutuskan untuk menghabisi semua aset Outcome, termasuk Aaron dan salah seorang agen Outcome yang ditemuinya di Alaska. Sebuah UCAV (Unmanned Combat Air Vehicle) pun dikirim untuk membunuh kedua agen tersebut. Aaron berhasil lolos dan memulai petualangan di film ini. Di saat yang sama, para peneliti yang terlibat dalam program rahasia tersebut juga menjadi sasaran pembunuhan. Satu peneliti yang berhasil lolos, yaitu Marta Shearing (Rachel Weisz). Terjebak konspirasi yang mengincar nyawa mereka, Aaron pun melindungi Marta. Gak cuma satu jagoan melindungi gadis cantik, Marta juga berusaha menghilangkan ketergantungan Aaron terhadap pil hijau yang diberikan kepadanya selama program Outcome berlangsung. Aaron menyelam di Alaska, kemudian naik ke permukaan dan menghangatkan tubuhnya di depan api unggun mengawali The Bourne Legacy. Sedikit mengingatkan pada Daniel Craig dalam debutnya sebagai agen 007, saat dirinya keluar dari laut. Rangkaian dialog dan drama seputar konspirasi yang menyelubungi program-program rahasia tersebut, misteri kerap menyinggung nama Jason Bourne, serta aksi yang menegangkan dari Aaron Cross dan para pemburunya terus meningkat seiring berjalannya film. Walaupun dosis dialog cukup banyak, pertukaran informasi antar karakter terasa begitu cepat memaksa penonton terus konsentrasi guna memahami masalah, serta sangkut pautnya dari tiga film sebelumnya. Aksi baku tembak, baku hantam, dan kejar-kejaran disebarkan secara sistematis dengan dosis yang berangsur meningkat selama film berjalan. Kejadian selama mereka berada di Manila, Filipina cukup menegangkan. Dari adegan kejar-kejaran on foot dengan pihak kepolisian hingga menyusuri kepadatan lalu lintas Manila menggunakan sepeda motor. Film ini menyuguhkan kualitas yang tidak mengecewakan, sama seperti tiga film sebelumnya. Kehadiran Jeremy Renner dan tokoh utama baru, Aaron Cross, berhasil mematahkan anggapan dan prasangka bahwa The Bourne Legacy akan mengecewakan. Justru film ini mendapat suntikan pengembangan dalam adegan perkelahian yang kini dikemas dalam tampilan dengan tingkat getaran kamera yang berkurang. Kemampuan akting Jeremy, Edward Norton, dan Rachel Weisz pun berhasil mendongkrak kualitas drama dalam film ini. Di akhir, sangat terasa adegan penutup yang dipilih sutradara Tony Gilroy dibuat menggantung sebagai persiapan film kelima yang menjelaskan lebih sepak terjang Aaron Cross dan Marta Shearing selanjutnya. Webanner-ads