Gunung Roraima masuk dalam daerah tertinggi di jajaran Pakaraima dataran tinggi Tepui, Amerika Selatan. Pertama kali dideskripsikan oleh seorang penjelajah Inggris Sir Walter Raleigh pada tahun 1596. Gunung ini menjadi perbatasan tiga negara: Venezuela, Brasil, dan Guyana.

Luas gunungnya 31 kilometer persegi yang bentuknya unik bro kayak meja. Jadi bagian puncaknya lempeng kayak lapangan luas dengan tebing-tebing vertikal curam di seluruh sisinya. Udah gitu bagian tebingnya sering tertutup awan jadi kalau liat naik pesawat, udah kayak meja yang melayang aja!


Berbagai ekspedisi penelitian di plato Gunung Roraima, menghasilkan banyak temuan luar biasa. Betapa para ahli sepakat bahwa lingkungan di Roraima itu tidak terusik selama jutaan tahun kecuali akibat gerusan angin dan air. Di ketinggian hampir 3 km itu, tetumbuhan yang hidup di sana sangat unik. Beradaptasi dengan lingkungan yang keras. Curah hujan tiada henti sepanjang tahun. Hampir seluruh permukaan tertutup pecahan bebatuan pasir yang nyaris tak memungkinkan tanaman keras yang berakar panjang mampu bertahan hidup di sana.

Struktur tanah yang rapuh dan kurang nutrisi ini hanya mampu ditumbuhi semacam tanaman pelopor sebangsa lumut. Ada pula sebangsa kodok hitam kecil yang tidak melompat melainkan merayap atau bergerak dengan menggelindingkan tubuhnya untuk menuruni lereng. Gunung ini menjadi inspirasi penulis handal Sir Arthur Conan Doyle untuk membuat karya The Lost World. Gunung ini seperti dunia yang hilang.