Kalau lo masih bingung mau nonton film panjang apaan di Netflix karena bosan dengan genre yang itu-itu aja, kayaknya ini bisa jadi solusi keren buat kalian.

The White Tiger adalah film drama yang mengangkat jenjang sosial menjadi isu utama. Meski tema itu sudah cukup sesak, tapi ini beneran unik.

Bahkan beberapa media luar menilai The White Tiger adalah gabungan Joker Todd Phillips dengan Parasite karya Bong Joon Ho.

Lo tahulah gimana dua film itu sungguh berjaya di Oscar tahun kemarin. Nah sini gue bisikin deh kenapa film The White Tiger bisa segokil itu.

The White Tiger menceritakan tentang Balram yang diperanin Adarsh Gourav. Dia adalah anak pintar yang ditakdirkan sangat miskin.



Saking miskinnya, ia bahkan tidur sesak bersama keluarga di lantai keras dan dibudaki oleh neneknya sendiri untuk menghasilkan uang dari petugas bersih-bersih di kedai kumuh di kawasan kampung pelosok India.

Sadar ia memiliki kepintaran di atas rata-rata, Balram bertekad keluar dari garis kemiskinan di keluarganya yang sudah ia nilai sebagai kutukan.

Kepintaran Balram menjadikan karakternya agak licik yang kita semua bisa maafkan dan tanpa sadari mendukungnya untuk bisa menaikkan derajat kastanya yang begitu rendah, meski cara Balram salah dan keluar batas.
 
Di sinilah kesamaan proyek dari sutradara Ramin Bahrani dengan Joker Joaquin Phoenix di mana kita sangat bersimpati dan memahami mengapa monster bernama Mr J dimaklumi keluar dan digdaya pada klimaks film.

Balram adalah Arthur Fleck. Berawal dari sopir majikannya, ia kelamaan bermutasi menjadi monster karena selalu mendapatkan perlakuan tak adil.

Padahal sejak bekerja pada tuan tanah yang ia puja (meski sebenarnya bikin keluarganya turut melarat), Balram begitu loyal dan melayani.

Ada kejadian di mana Balram si sopir nomor dua begitu dingin menyingkirkan si sopir senior majikan. Kita tetap suport kepada Balram.



Bahkan ada juga kejadian di mana Balram harus melakukan tindakan keji, kita juga memaafkannya. Begitulah Balram membawa kita terbius dari narasi-narasinya akan nasib yang ia alami.

The White Tiger dibintangi Priyanka Chopra (bertindak sebagai produser juga) sampai Rajkummar Rao.

Namun bukan cuma premis matang dari novel best seller dan bintang-bintangnya, sinematografi dari Paolo Carnera benar-benar membuai.

Paolo mahir menguliti permasalahan India yang begitu kompleks akan masalah kasta. Ia tak malu-malu mengeluarkan warna hidup dari problematika yang begitu melekat sejak zaman dahulu sampai kini.

Kesenjangan di negeri Tanah Hindustan memang masalah klasik yang takkan usai. Dan The White Tiger sama sekali tak malu-malu membeberkannya sebagai etalase cerita untuk kita lahap.

Kita akan marah melihat Balram ditendang majikan tua bangkanya ketika memijit kaki sang penggaji. Kita juga kesal melihat Balram ikhlas difitnah akan kasus tabrak lari yang menewaskan seseorang.

Dari sana kita tahu, kualitas akting dari aktor fresh bernama Adarsh Gourav adalah alasan utama kita terbuai akan cerita ini.

Sekali lagi, kita juga membantu si macan putih dalam jiwa Balram untuk keluar secepatnya supaya ia menerkam orang-orang yang selama ini jahat kepadanya.

Lalu kita tak menyadari bahwa Balram bukan lagi si ayam yang terkekang di kandang, karena kita tahu bahwa Balram tak lagi jadi si miskin yang menunggu nasib dipotong tukang jagal unggas, tapi dialah si penjagal di akhir cerita.