Perfect! adalah kata-kata yang pantas untuk menggambarkan film ini. Sempurna secara cerita, nggak mainstream serta mengeksplor bagian yang paling jarang dijamah sineas lain, serta penggambaran yang anak muda banget yang pas dengan realita saat ini.

Meskipun inti filmnya adalah perjuangan, tapi Whiplash jarang banget memberikan motivasi secara tersirat. Malah sisi kelam sang tokoh utama, Andrew (Miles Teller) yang lebih banyak digali. Hal ini malah bagus sebagai acuan jika dalam realitanya emang banyak orang yang berusaha mencapai cita-citanya dengan cara yang sedikit ‘nakal’.

Whiplash juga mampu menggambarkan perjuangan berat seorang Andrew dengan keren banget. Ceritanya sendiri adalah gimana kemauan keras si tokoh utama untuk menjadi drummer terkenal. Bahkan pada satu scene kamu bakal melihat Andrew berdarah-darah saat latihan. Meskipun cuma sebagai hiasan aja, tapi itu sukses menunjukkan betapa besar tekad si mahasiswa ini untuk meraih apa yang diinginkannya.

Ada pula karakter Fletcher (J.K Simmons) yang merupakan dosen musik tempat Andrew belajar. Kamu bakal menemui teknik ngajar super keras dan cenderung terkesan mem-bully. Tapi, hal tersebut yang bikin Andrew malah makin kuat.

Secara keseluruhan Whiplash keren  dan recommended banget untuk kamu yang lagi berjuang keras. Tapi ada beberapa hal yang disayangkan dari karya Damien Chazelle ini. Pemilihan genre musik jazz yang nggak familiar bagi para moviegoers dan simple-nya kesan film di awal. Bercerita tentang musik, guru galak dan sukses, that’s it. Tapi, anggapan tersebut setidaknya bakal berubah drastis ketika melihat film ini sampai habis.