Merdeka.com --- Pembajakan masih menjadi momok yang sangat besar bagi para musisi dan penyanyi. Tak hanya di dalam negeri, namun masalah ini juga menggerogoti industri musik secara internasional.

banner-ads

Namun, menurut Tompi, pembajakan bisa dilawan jika pihak pihak yang berkepentingan berusaha secara serius. Karenanya, Tompi menganggap bahwa pemerintah Indonesia cenderung goblok dalam menangani pembajakan.

"Pemerintah masih goblok aja. Terlalu bodoh mengatasi hal ini, kalau dikelolanya benar, padahal bisa kok," kata Tompi di Djakarta Theater, Jakarta Pusat (19/3).

"Proses penjualan downloadnya itu gak sesuai. Ngeblok pembajakan sebenarnya lebih murah biayanya daripada membuat karya yang benar (original)," tuturnya.

Karena pembajakan lah, Tompi menjadi malas untuk menggarap karya lagi. "Gara-gara itu jadi malas juga ya, saya gak terlalu peduli, udah agak apatis ya. Kita udah fight berbagai cara. Tapi ya mau gimana lagi," tuturnya.

Namun, sebagai musisi, ia tak mau meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya tersebut, meskipun tidak seratus persen menggantungkan hidupnya dari dunia tarik suara.

"Saya gak mau meninggalkan musik, karena for fun bukan untuk menggantungkan hidup. Saya masih nyanyi off air, tapi kalau untuk dijadikan pekerjaan nggak ya," tandasnya.