Kontroversi Seputar Grammy 2018

LAZONE.ID - Hastag #GrammySoMale sempat menggema setelah perayaan Grammy 2018

Pesta Grammy Awards ke-60 memang sudah berakhir beberapa hari lalu. Tapi, isu di malam puncak Grammy 2018 ternyata masih belum berakhir. 

Isu ini pun menjurus ke beberapa kontroversi dari para pemenang Grammy. Salah satunya, soal Bruno Mars yang sukses tercatat sebagai musisi paling banyak meraih Grammy. 

Banyak pihak yang mempertanyakan kenapa bisa Bruno mendapatkan 7 piala termasuk nominasi Album Of The Year. Musisi lain disebut lebih layak untuk bisa membawa pulang nominasi ini. 

Kontroversi Seputar Grammy 2018

Kemudian, rasio kemenangan musisi pria pun juga dikritik. Pemenang Grammy tahun ini disebut terlalu 'laki-laki', hal itu melihat kecilnya rasio kemenangan musisi perempuan. 

Ditambah lagi dengan ucapan Presiden The Recording Academy, Neil Portnow yang seperti mengamini kontroversi itu. Dan, hastag #GrammySoMale pun sempat heboh berselancar di sosial media. 

Kontroversi lain adalah soal rating acara ini anjlok dibandingkan dengan perhelatan tahun lalu. Para pengisi acara pun dihujani kritik. 

Salah satunya adalah kehadiran Sting dan Shaggy yang disebut membuat Grammy 2018 begitu membosankan. Tapi terlepas dari itu semua, Grammy Awards yang digelar pada 28 Januari lalu di Madion Square Garden, New York berjalan dengan sukses.