Musik EDM (Electro Dance Musik) emang dicap sebagai musik yang mahal. Karena untuk bisa menikmatinya, para penggemarnya harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk pergi ke café terkenal hingga klub malam.

Klub malam udah identik banget dengan alkohol. Menurut beberapa orang, menikmati EDM tanpa alkohol itu ngga akan bisa nikmat. Fakta tersebut juga terjadi ketika acara EDM terbesar di dunia yang digelar di Bali pada tanggal 11-17 Agustus 2014. Dan sepertinya para pengusaha alkohol tersenyum lebar ketika melihat animo penonton yang begitu antusias.

Seorang penjual asal malang mengaku jika ia berhasil menjual sekitar total Rp 5 milyar dari hasil penjualan minuman alkohol pada acara Dreamfields. Setahun sebelumnya Ia berhasil menjual minuman alkohol dengan total hampir dua milyar, padahal ia menjualnya pada suatu acara yang ngga sebesar Dreamfields.

Ia mengemukakan jika dalam acara internasional seperti ini yang dijual biasanya adalah minuman impor dengan harga minimal perbotolnya adalah Rp 100 ribu dan Rp 750 ribu untuk Liquor.

Ternyata bukan hanya minuma alkohol aja nih yang ditemui di sini, bahkan drugs dan semacamnya  pun juga ada. Pengusaha yang ngga mau disebutkan namanya ini juga menyatakan jika penjualan drugs pada acara seperti ini ngga ada habisnya dan jumlahnya jauh lebih besar dari pada penjualan alkohol.

Ia juga mengemukakan jika menikmati musik EDM harus memakai drugs atau minum alkohol. Kalo ngga memakai hal-hal tersebut, mana mungkin mereka sanggup bergoyang selama tiga jam penuh, pungkasnya.