Merdeka.com --- Menyebut nama Kunto Hartono, terbayang seorang drummer yang selalu memecahkan rekor baik nasional maupun internasional. Tekadnya memecahkan rekor penabuh drum terlama di dunia, diawali pada akhir 2003 hingga awal 2004. Saat itu Kunto memecahkan rekor dunia dalam event bertajuk SpectacuLAr Drumming Marathon 72 Hours Guinness World Records. kunto_hartono_pemecah_rekor_dunia_guinness_world_records_penabuh_drum_terlama_122_jam_25_menit-20130630-005-hendra Namun, setelah mengetahui catatan rekor dunianya dipecahkan oleh drummer luar negeri, Kunto mencoba untuk merebutnya. Rush Prager, drummer asal Amerika tersebut mencatatkan namanya di Guinness World Records dengan waktu 120 jam. Tak tanggung-tanggung, 135 jam catatan waktu, rencananya ditorehkan Kunto untuk merebut kembali gelar sebagai penabuh drum terlama tanpa henti. Pada 26 Juni 2010, bertempat di Kapas Krampung Plaza, Surabaya, moment itu digelar. Namun sayang, keberhasilan belum menghampiri Kunto. Di jam ke-82, event yang bertajuk Drumming Marathon 135 Hours Guinness World Records harus terhenti karena lampu di lokasi pertunjukan mati. Audio dan rekaman visual yang akan dikirim ke London, markas Guinness World Records, pun terputus. "Iya otomatis gagal, karena persyaratan dari pihak Guinness, rekaman audio dan visual tidak boleh terputus selama pemecahan rekor dunia berlangsung," ujar Kunto di Wijaya Musik jalan. Pasar Baru No. 12, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6) lalu. Selain rekaman audio dan visual yang tidak boleh terputus, ada dua syarat lain yang harus dipenuhi Kunto untuk memecahkan rekor dunia. Yaitu istirahat selama 15 menit setiap 8 jam, dan dalam 4 jam tidak boleh membawakan lagu yang sama dalam versi apapun. kunto_hartono_pemecah_rekor_dunia_guinness_world_records_penabuh_drum_terlama_122_jam_25_menit-20130630-011-hendra Berbekal pengalaman yang dimilikinya, Kunto mencoba kembali pada 27 Desember 2011 - 1 Januari 2012. Kala itu, ia mencoba menabuh drum selama 121 jam. "Semua itu akhirnya terwujud pada Minggu 1 januari 2012, pukul 06.00 sudah memenuhi target. Dan pada pukul 07.25 aku ambruk di jam ke 122 menit 25, karena ngantuk. Sebenarnya bisa lanjut tapi dalam kondisi dan keadaan capek karena tidak tidur selama 6 hari dan lapar," katanya. Tepat pada tanggal 10 Mei 2013 silam, pengakuan rekor dunia berupa sertifikat dari Guinness World Records diterima Kunto Hartono dan tim di rumahnya. Catatan waktu yang ditorehkannya adalah 122 jam 25 menit.