Bercanda emang bagus sih biar bikin suasana jadi cair dan enak. Tapi, melakukan hal tersebut tentunya juga nggak bisa sembarangan pula. Bisa-bisa maksud ingin membuat suasana jadi ceria malah jadi bumerang, seperti yang dialami oleh seorang dokter asal Amerika Serikat ini.

Berawal dari guyonan ringan, dokter ini malah harus membayar biaya denda dengan jumlah yang cukup fantastis, yakni Rp 1,1 miliar. Pasalnya, ketika hendak terbang dari Miami ke Florida, pria ini mengatakan jika di dalam kopernya terdapat bom. Lantaran kelakuannya ini, semua penerbangan di bandara tersebut seketika itu ditunda.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, jika dokter bernama Manuel Alvarado ini harus membayar mahal kelakuannya tersebut. Salah satu pengacaranya bernama Brian Beiber pun menyatakan pembelaan terhadap kliennya tersebut. “Mahalnya biaya ini lantaran denda penundaan penerbangan, evakuasi mahal, bahkan hingga mendatangkan polisi penjinak bom,” ungkap Beiber.

Kejadian berawal dari seorang petugas yang menanyainya tentang barang bawaan. Dengan nada ringan dan terkesan bercanda, kemudian Alvarado pun menjawab asal dengan mengatakan membawa bom c-4. Sebelum ia sempat mengoreksi pernyataannya tersebut, pihak bandara pun dengan segera melakukan berbagai tindakan darurat termasuk mencari koper sang dokter.

Melalui pengacaranya, Alvarado mengatakan jika ia sangat menyesal telah melakukan hal bodoh semacam ini. Ia sendiri diganjar dengan tuduhan membuat ancaman bom palsu dan kriminal. Sejak terjadinya peristiwa 11 September 2001 lalu, bandara di seluruh dunia termasuk di Amerika Serikat, emang memberlakukan hukuman berat untuk kasus yang menyangkut ancaman bom.