Talkmen.com --- Valentine's Day, dulu dan sekarang. There is never a time or place for true love.

It happens accidentally, in a heartbeat, in a single flashing, throbbing moment.

Februari, masyarakat mengenal bulan kedua ini sebagai bulan penuh cinta dan kasih sayang. Alasannya, apalagi jika bukan tanggal 14 Februari selalu diperingati sebagai Valentine's Day, alias Hari Kasih Sayang. Sejarah Santo Valentinus yang menyatakan perasaannya pada orang yang ia cintai sebelum ajal menjemput telah merenyuhkan hati setiap orang. Abad demi abad, perwujudan rasa cinta itu telah menjadi budaya yang berakulturasi di seluruh dunia. Sejak itulah tanggal 14 Februari menjadi ajang bagi orang-orang yang sedang kasmaran menyatakan perasaannya pada sang pujaan hati.

Beranjak dewasa, saya pribadi memiliki pemaknaan yang baru terhadap Hari Kasih Sayang. Valentine's Daybukan lagi menyoal karangan bunga, cokelat berbentuk hati, atau sebuah cincin berlian yang membuat wanita berkilau sinar matanya. Anda mungkin mempunyai persepsi sendiri memahami konteks Hari Kasih Sayang di masa kini. Sementara di usia saya saat ini, Hari Kasih Sayang lebih sebagai ajang pembuktian komitmen terhadap orang-orang yang saya cintai. Meskipun masih menyandang status single, tidak ada sama sekali kegalauan yang menyergap pikiran hingga membuat diri bermuram durja. Dalam pemahaman sederhana, bagi saya kasih sayang itu sifatnya universal, jika memang belum memiliki pasangan, setidaknya saya masih punya sejuta komitmen yang bisa saya buktikan bagi orang-orang spesial di hidup saya.

Pemikiran saya ini tidak datang begitu saja. Begitu banyak inspirasi yang saya temui dari seluruh dunia, jika cinta itu berujung pada sebuah komitmen, sebuah kesungguhan, dan kemantapan. Salah satu yang paling nyata adalah Taj Mahal, persembahan cinta Shah Jahan untuk sang istri tercinta yang telah wafat, Mumtaz Mahal hingga kisahnya tetap dikenang beratus tahun kemudian. Dari legenda Nusantara, tentu Anda mengenal kisah terjadinya Candi Prambanan yang dibuat oleh Bandung Bondowoso demi merebut hati Roro Jonggrang meski akhirnya dikecewakan.

Dari masa sejarah sampai era modern, arti cinta mengilhami saya pada satu prinsip baru. Perasaan mencintai adalah satu anugerah yang di dalamnya terkandung begitu banyak pelajaran bagi pria. Sikap menghargai, mengayomi, dan melindungi adalah elemen penting yang sudah sewajarnya diresapi oleh setiap pria. Jika Anda telah menemukan kekasih yang begitu setia mendampingi, hormatilah ia layaknya Anda memandang ibu sendiri. Karena bukan tidak mungkin, apabila berjodoh, ialah yang akan menjadi ibu bagi anak-anak Anda. Di sinilah kematangan komitmen sebagai pria harus dicerna secara utuh sehingga ia yakin jika Anda adalah pria yang tepat untuk menjadi pasangan hidupnya kelak.

Begitu juga dengan Anda yang sampai sekarang masih menjalani hidup seorang diri. Anda tidak perlu gundah di saat orang lain begitu menikmati romansa Hari Kasih Sayang bersama pasangannya.Tidak pernah ada katadeadline untuk mencari orang yang tepat untuk menjadi pacar atau bahkan istri. Pembekalan Anda dalam hidup yang nantinya akan menuntun Anda menemukan wanita yang tepat untuk dicintai. Jika Anda ingin merasakan nikmatnya kasih sayang saat Valentine's Day, tidak ada salahnya mempersembahkan komitmen cinta pada orang tua, atau mungkin orang-orang terdekat yang selalu ada di saat sedih dan bahagia.

Anda bisa saja merubah mindset Valentine's Day untuk menujukkan penghargaan bagi orang-orang yang spesial. Siapapun itu, terserah Anda. Jika Anda belum bisa move on dari mantan pacar, tunjukkan saja rasa terima kasih karena ia pernah menjadi bagian hidup Anda. Siapa tahu perbuatan tadi membuat ia luluh hingga menerima Anda kembali sebagai pacarnya... (dengan catatan ia pun masih single). Jika tidak, Anda bisa saja memberi kejutan kecil pada orang tua dan berterima kasih karena merekalah yang telah memberikan cinta sejatinya sejak Anda lahir hingga dewasa.

Klise? Semuanya berbalik pada diri masing-masing. Tapi yakinlah, baik pacar, maupun orang-orang yang Anda cintai akan lebih menilai komitmen Anda sebagai pria sejati yang bisa menghargai arti cinta itu sesungguhnya dibanding hadiah-hadiah mewah, barang branded, atau cincin berlian lima karat. 

Remember, love is the feeling of the heart at the very first glance, and the desire to make it a reality is passion...