Indonesia adalah negara agraris yang dulunya berjaya banget. Kata orang tua dulu sih beras dan hasil panen lain jumlahnya sampai tumpah dan meluber saking banyaknya. Sekarang pertanian kita seperti nggak tentu arah, malah beberapa kali sering impor dari tetangga sebelah yang notabene sawahnya cuma sejengkal jika dibandingkan dengan Indonesia. Miris dah!

Yup, seperti yang loe tebak. Perbedaan teknologi lah yang membuat Indonesia ketinggalan jauh. Seandainya pemerintah mengaplikasikan beberapa teknologi berikut, dijamin deh bakal balik lagi superior seperti dulu.

GPS

GPS mampu memetakan secara detail lokasi yang diinginkan dengan bantuan satelit dan bisa dilihat dengan view yang beragam. Map ini bisa berguna untuk penelitian lebih lanjut atau disematkan menjadi satu pada sebuah mesin otomatis misalnya untuk panen atau menanam. Berbekal peta GPS yang udah disimpan, maka petani tinggal duduk manis menunggu si mesin ini menggantikan kerja mereka. Nggak usah khawatir bakal amburadul karena mesin jelas presisi. Di Amerika teknik ini dinamakan precision agriculture.

Drone

Kebiasaan petani kita yang serba manual benar-benar membuang waktu, Bro. Contohnya memeriksa satu persatu tanaman yang terkena hama dan sebagainya. Sebenarnya hal ini bisa banget digantikan dengan teknologi yang lagi booming saat ini. Yup, drone! Pasangi kamera dan kontrol si quadchopter ini berkeliling sawah. Lalu pantau lewat screen receiver. Kalau udah nemuin biang keroknya, udah deh tinggal lakukan treatment sesuai kebutuhan. Simple, cepat dan akurat.

Sensor

Penggunaan sensor ini digunakan untuk mendeteksi tanaman yang sehat dan nggak. Penggunaanya bisa melalui device. Paling keren sih digabung dengan drone juga. Jadi, nggak cuma wara wiri aja, si drone yang dilengkapi sensor ini juga bisa mendeteksi daerah mana aja yang butuh perhatian lebih. Kalau perlu implementasikan flying robot buat eksekutor. Duh, pertanian impian banget deh yang kayak begini.

Kapan nih teknologi seperti ini benar-benar diterapkan di sawah-sawah. Bayangin aja udah gokil banget.