Merdeka.com --- Sebuah klinik untuk merawat para penggemar sepak bola yang sakit akibat ajang sepak bola Piala Dunia telah didirikan di China.

Petugas medis China telah datang dengan istilah baru untuk penyakit yang menyerang orang di seantero Negeri Tirai Bambu itu dengan sebutan Sindrom Piala Dunia, seperti dilansir situs Orange.co.uk, Sabtu (28/6).

Penyakit ini adalah kombinasi dari kelesuan, kelelahan dan insomnia yang disebabkan oleh waktu yang tidak sesuai untuk istirahat di mana para penggemar sepak bola harus bertahan tidak tidur demi menonton pertandingan disiarkan langsung dari Brasil.

Di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, sebelah barat daya China, klinik pertama untuk mengobati penderita penyakit itu telah dibuka dan diberi nama Klinik Sindrom Piala Dunia. Klinik itu dibuka di Chengdu Nomor 3 Rumah Sakit Rakyat di Kota Chengdu pada pekan lalu.

Menurut pihak rumah sakit perbedaan waktu antara China dan Brasil telah membuat ribuan warga China terganggu tidurnya. Namun, selain gangguan tidur mereka juga menderita kram perut, kehilangan nafsu makan, kecemasan dan paranoia, dengan sistem kekebalan yang lemah menjadi salah satu efek sampingnya.

Dokter sekarang siaga 24 jam setiap hari selama Piala Dunia. Mereka juga mengobati masalah psikologis yang berkaitan dengan histeria akibat pertandingan.

Wang Fu Wong, 35 tahun, seorang pengawas gudang di perusahaan onderdil mobil lokal, memeriksakan dirinya ke klinik pada pekan ini. "Saya sedih ketika Suarez menggigit pemain Italia dan saya merasa hancur".

"Saya tidak bisa makan, saya tidak bisa berkonsentrasi, saya merasa hidup saya hancur dan, pada dasarnya, itu hanya permainan sepak bola. Saya menghabiskan 48 jam untuk beristirahat total di klinik dan sekarang saya merasa baikan. Saya telah dijatah untuk menonton satu pertandingan setiap dua hari sekarang," jelas Wang.

Seorang dokter di klinik itu mengatakan, "Ini adalah wilayah baru bagi kita, tetapi tidak jauh dari kenyataan bahwa orang telah membuat diri mereka sakit melalui sepakbola".