Salah satu alasan kenapa Eropa dihuni negara-negara maju adalah betapa pemerintah sana sangat memperhatikan detail. Bahkan termasuk mengurusi para pengamen dengan memberlakukan aturan khusus yang super unik. Salah satunya adalah Belgia yang menerapkan peraturan jenjang pendidikan untuk bagi para pengamen. Jadi, untuk bisa bernyanyi di jalan-jalan dan meminta uang, mereka harus menyelesaikan setidaknya pendidikan musik selevel diploma. Wih, keren!

Aturan ini praktis membuat Belgia dihuni rata-rata para pengamen bersuara emas. Hal ini pun bisa jadi kesenangan tersendiri. Saat loe berkunjung ke sana, maka nggak bakal ada pengamen bersuara sumbang yang eksis. Aturan ini nggak diberlakukan di seluruh penjuru Belgia, hanya dikhususkan di kota Plovdiv.

Pemerintah Belgia ternyata punya tujuan khusus agar kota yang penuh dengan deretan bangunan bersejarah serta sebagai pusat perdagangan tersebut makin banyak pengunjungnya. Cukup ganggu sih ketika serius mengamati bangunan atau beli oleh-oleh dikacaukan dengan suara sumbang yang bikin nggak konsen. Lebih penting lagi karena pada tahun 2019 Plodiv ditunjuk sebagai Ibu Kota Kebudayaan Eropa.

Nggak hanya musikalitas dan harus lulus pendidikan aja, para pengamen ini haram hukumnya memakai pakaian lusuh dan nggak enak dipandang. Like a pro, mereka harus tampil necis dan bikin pertunjukkan yang nggak mengecewakan. Jadi pengamen susah banget di sini.

Bayangin kalau hal ini juga diberlakukan di Indonesia. Dijamin bakal serasa menikmati sajian live acoustic ketika di lampu merah atau di tempat-tempat umum. Loe juga nggak bakal ragu untuk memberi mereka uang lebih karena performance-nya udah kayak penyanyi handal.