Merdeka.com --- Kapal kayu pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berangkat dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) Namosain, Kota Kupang tujuan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), tenggelam di selat Pukuafu. "Enam penumpang berhasil diselamatkan polisi perairan (Polair) Polda NTT dan Basarnas," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag ops) Polair Polda Nusa Tenggara Timur, Komisaris Polisi Bayu Herlambang di Kupang, Selasa (11/6). Demikian tulis Antara. Menurut dia, kapal kayu 'Padang Arafah' membawa BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau tersebut. Namun dalam perjalanan, kapal tersebut dihantam gelombang di selat Pukuafu dan tenggelam. Keenam penumpang saat ini masih mengalami trauma, dan belum menjalani pemeriksaan selanjutnya. Belum mengetahui volume BBM yang diangkut kapal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Rote. "Kami belum tahu jumlahnya, karena penumpangnya belum diperiksa," katannya. Kebutuhan BBM di Pulau Rote Ndao masih dilayani dari Kupang. Karena daerah itu belum miliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau pun Depo, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, pemerintah mengambil kebijakan mengangkut BBM menggunakan kapal motor biasa.