Bandung membuktikan dirinya memang layak mendapat julukan kota penghasil band-band berkulitas. Hal itu dapat dilihat di Final Regional Bandung yang diadakan di Sabuga, Jum'at 6 November. Beragam genre musik yang dimainkan para finalis La Lights Indiefest semakin menambah istimewa final regional kali ini. Beragamnya genre music yang dibawakan membuktikan tingkat kreatifitas band Bandung patut di acungi jempol . Fifty Jail adalah finalis yang pertama tampil dengan mengusung rock n roll kental, Fifty Jail mampu membakar semangat para penonton dengan lagu 'Dance Floor'-nya. Lucky Look dan Loud juga bermain di area yang sama yaitu rock. Meski varian yang mereka tawarkan berbeda. Dari ranah reggae ada Coffee Reggae Stones yang mengingatkan kita dengan alm. Mbah Surip. Sedang dari metal diwakili oleh Mortified. Sedang Danger Ranger mengajak penonton berdansa dengan dance pop-nya. The Bannery dan Saint Loco malam itu juga tampil dengan aksi panggung yang memukau. Jika The Banery membawa pasukan marching band lengkap maka Saint Loco kembali menghadirkan pasangan lamanya Astrid dan special performance DFMC dari Agriculture. C.U.T.S yang menjadi finalis La Lights Indiefest tahun lalu juga tampil atraktif. Band yang mengusung elctro punk rock tersebut mampu membakar stamina penonton dengan lagu-lagu beringasnya. Satu lagi band Bandung yang meraih applause yang meriah adalah Rocket Rockers. Band asli Bandung ini memperlihatkan 'taring'nya saat Rocket Rocks Friend bernyanyi di setiap lagu yang dibawakan Ucay CS. puncaknya adalah ketika Rocket Rocker membawakan 'Bento' lagu lawas milik Iwan Fals. Seperti final regional sebelumnya Rocket Rockers dan Pee Wee Gaskins menutup dengan lagu 'We Will Rock You' plus dengan aksi cheerleader. [amn]