Hujan mengguyur langit Yogyakarta semenjak Sabtu siang, 24 Oktober 2009 hingga malam hari. Meski begitu, kendala tersebut tidak menghalangi para penikmat musik indie mengurungkan niatnya untuk mendatangi GOR Kridosono yang menjadi tempat perhelatan final regional Yogyakarta dan mendukung para wakilnya.
Selain itu hujan juga membuat acara molor sekitar dua jam dari jadwal yang ditentukan, namun para penonton tetap setia menunggu dibibir barikade menantikan wakil-wakil dari setiap finalis regional. Dan tentu tidak lupa aksi dari empat band yang dipastikan akan memanaskan Final Regional La Lights Indiefest Yogyakarta seperti The Bannery, Saint Loco dan mungkin yang paling dinantikan, duet Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers yang didaulat menjadi penutup.
The Aline yang mengusung musik pop punk tampil sebagai pembuka. Yang kemudian dilanjutkan oleh lima finalis yang lain seperti Eiffel, Lollypop Candy, Cash Back, Black Stocking dan diakhiri oleh Dharma.
Berita buruk mendatangi Party Dorks dan Rocket Rocks Fans Yogyakarta ketika pihak kepolisian dengan terpaksa harus memberhentikan acara dengan alasan izin yang diberikan telah melampaui batas yang diberikan. Meski begitu, acungan jempol patut diberikan kepada pecinta musik indie Yogyakarta. Meski band idaman mereka urung tampil, tidak ada keributan yang terjadi.
Untuk mengobati kekecewaan para Party Dorks, diakhir acara para personil Pee Wee Gaskins memberikan t-shirt mereka kepada fansnya tersebut. Cara yang efektif, terbukti seusai acara, tidak ada keributan yang berarti.
Memang sudah begitu seharusnya penonton musik tanah air. Bisa bersikap dewasa dan tidak terprovokasi saat ada masalah terjadi. Salut untuk penonton Yogyakarta.