Teknoup.com --- Flappy Bird, game mobile sederhana yang tiba-tiba menjadi fenomenal sudah resmi ditarik dari toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store. Menurut sang pengembang, Dong Nguyen, game buatannya itu ditarik lantaran telah mengganggu hidupnya yang damai dan telah membuat kecanduan banyak orang untuk memainkannya. Game ini resmi ditarik pada 9 Februari 2014.

Ketenaran Flappy Bird mengundang developer lain untuk menciptakan game serupa. Tak jarang para developer bahkan menggunakan judul yang mirip untuk menarik minat pengguna. Di toko aplikasi Apple tercatat nama Fly Birdie, Ironpants, Flappy Bee, dan Flappy Plane, bercokol pada kategori aplikasi populer. Ketika melakukan pencarian dengan kata kunci "Flappy" di App Store, ditemukan ada lebih dari 81 judul yang memanfaatkan ketenaran Flappy Bird.

Aplikasi "Flappy" Ditolak Apple App Store

Kini, game-game serupa yang memiliki nama "Flappy" mulai ditolak oleh Apple dan Google. DilaporkanTechCrunch yang menutip developer Mind Juice Media, Ken Carpenter, Apple telah menolak aplikasinya yang berjudul "Flappy Dragon". Carpenter menceritakan, menurut Apple, alasan penolakan aplikasi tersebut karena terindikasi telah mencatut sebuah aplikasi populer. Apple mengatakan kepadanya bahwa aplikasinya itu tidak sejalan dengan App Store Review Gudelines.

Carpenter bukanlah satu-satunya pengembang game yang terkena kebijakan tersebut. Pengembang Kuyi Mobile, melalui akun Twitter-nya, juga mengindikasikan ada pengembang lain yang mengalami hal serupa ketika mengajukan game berbau "Flappy".

Aplikasi "Flappy" Juga Ditolak Google Play Store

Pengalaman serupa juga dirasakan Carpenter saat mengajukan aplikasi yang memiliki "Flappy" di Google Play Store. Menurut salah saeorang pengembang, nama "Flappy" kini digolongkan kedalam Spam.

"Awalnya saya berasumsi bahwa kata 'Flappy Dragon' akan menjadi game mengepakkan (flapping) yang terbaik setelah kematian 'Flappy Bird'. Aplikasi saya awalnya terbit tanpa ada masalah dan sudah online serta bisa dicari dalam beberapa jam," cerita Carpenter. Namun tak lama kemudian Google mengapusnya dari pencarian, tetapi masih bisa diakses melalui direct link. Sekitar 24 jam kemudian, ia menerima pemberitahuan bahwa aplikasinya ditangguhkan.

"Tidak ada 'email peringatan' yang dikirimkan sebelum Google mengambil tindakan seperti itu. Saya memeriksanya berulangkali di folder spam untuk memastikannya. Mereka menghapus aplikasi dengan sewenang-wenang tanpa peringatan," kata Carpenter. "Pesan yang mereka kirim kepada saya hanya menyangkut persaratan Google Play yang berkaitan dengan 'spam' dan tidak secara khusus menyebut pelanggaran apa yang saya buat," tambahnya.