Kerja di Jakarta memang dituntut untuk pintar-pintar memanajemen keuangan. Sebab, kebutuhan kaum urban di ibukota nggak murah.

Bukan persoalan gede kecilnya gaji lo sih bro. Tapi setiap besaran gaji bisa kok untuk bertahan hidup di kota keras tercinta ini.

Pertama adalah cek lagi kebutuhan lo. Ingat kebutuhan bukan keinginan. Singkirin barang-barang yang sebenarnya belum dibutuhkan.



Punya target untuk tabungan darurat ataupun non darurat. Misalnya, buat lo yang bergaji standar kisaran Rp 3-4 juta seharusnya minimal menyisihkan sejuta sampai dua juta untuk tabungan.

Dan ini bisa banget dilakukan, dengan catatan kalau belum bekeluarga. Ketika sudah menikah pun dengan gaji kisaran yang sama di atas lo tetap bisa menabung minimalnya adalah Rp 5 ratus ribu.

Caranya adalah memendam nafsu belanja dan pintar mengemat uang. Ketika kendaraan lo memang butuh bensin banyak untuk menempuh perjalanan ke kantor, pastikan lo memanfaatkan betul kereta api.

Taro kendaraan motor roda dua lo di stasiun setiap harinya. Lalu gimana bagi yang bergaji lumayan besar, memiliki mobil dan bekeluarga.



Caranya tetap sama kok, cuma disesuaikan lagi semua urutan di atas tadi. Jika dirumusin, cuma satu hal masalah lo, yakni gampang belanja yang ngebebanin kartu kredit atau cicilan (rumah dan kendaraa) sama hindarin keseringan makan fency alias mewah kalau ngantor.

Lagian percaya deh bro buat kalian yang salary-nya lumayan good nih, nggak makan fency itu nggak berarti nggak keren kok di mata temen-temen lo.

Toh masakan istri di rumah dengan bahan yang dipastiin lebih bersih dan murah kan enak tuh kerja juga nggak gampang sakit-sakitan!

Satu lagi buat penyakit yang suka nggak lo sadarin: jangan gatel liat barang atau gadget baru di internet. Boros tanda menuju gaji selalu numpang lewat.