Kecanggihan teknologi emang bakal selalu punya dua dampak yang saling berkebalikan. Sangat membantu tapi juga bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang nggak baik, seperti apa yang dilakukan oleh para pengedar uang palsu di Bekasi ini.

Dengan melakukan riset hampir selama dua tahun dan penggunaan alat-alat canggih, para pengedar dan pencetak uang palsu ini mampu menciptakan alat tukar yang hampir 100 % mendekati aslinya. Bahkan salah satu tersangka yang udah dibekuk pihak kepolisian tersebut mengaku pernah membelanjakan uang tersebut dan berhasil lolos scan.

Karena potensinya yang sangat luar biasa bahaya, maka pihak kepolisian buru-buru menangkap sekitar  15 orang yang terlibat. Tapi, Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Ujang juga masih mengejar beberapa tersangka yang diindikasikan ikut terlibat.

Cara pembuatan uang palsu ini cukup rumit dan melalui banyak proses detail. Awalnya, uang nominal Rp 100 ribu di-scan untuk diambil polanya. Kemudian kertas roti disiapkan sebagai bahan dasar lalu diblok menggunakan screen dan diberi warna putih agar nggak bisa tembus. Langkah selanjutnya membuat pita dan membuat gambar blok hantu agar bisa dilihat ketika diterawang. Proses akhirnya adalah memasang tanda menyala, pemasangan nominal dan lambang bank indonesia.

Nggak ketinggalan pula, para tersangka memotong sesuai dengan ukuran aslinya dan kemudian dicek di bawah sinar ultra violet. Jika udah selesai semua, maka uang pun siap diedarkan.

Kompol Ujang pun menghimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati ketika mendapatkan kecurigaan terhadap uang yang diterima. Jika menemukan sesuatu yang nggak lazim, maka cepat-cepat untuk melaporkannya kepada pihak yang berwajib.