Terhitung udah lebih dari seratus hari pemerintahan baru di negeri ini bergulir. Banyak perubahan yang dilakukan meskipun dampak baiknya masih belum dirasakan. Harga BBM yang fluktuatif, kisruh mobil negara, hingga carut marut hukum dan politik mewarnai perjalanan 5 bulan ini. Gelombang protes dari rakyat pun juga nggak henti-hentinya dilakukan.

Mulai dari Surabaya hingga kota kelahiran presiden sendiri, ini lah beberapa aksi kritik dan protes massa yang dilayangkan kepada Jokowi.

Mahasiswa Surabaya menuntut Jokowi mundur

Gelombang protes dilakukan gabungan mahasiswa dan pemuda di Surabaya Rabu lalu (1/4). Mereka menuntut Jokowi untuk mundur karena dianggap nggak lagi pro rakyat. Aksi yang dilakukan di Jalan Gubernur Suryo ini kemudian beralih ke depan Gedung DPRD Surabaya. Di antara poster-poster yang diusung para mahasiswa, rata-rata bertuliskan Jokowi untuk segera mundur.

Mahasiswa Solo desak presiden untuk turun

Sama halnya yang terjadi Surabaya, para mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Solo Raya menggelar aksi demo menuntut turunnya Joko Widodo. Seruan macam BBM naik Jokowi turun menghiasi aksi protes tersebut. Dalam aksi yang digelar hari Senin itu (31/3), massa meminta presiden untuk segera menurunkan harga BBM karena dinilai menyalahi peraturan Menteri ESDM No 4 Tahun 2015.

Lagi, mahasiswa Solo demo tuding Jokowi antek asing

Perpanjangan kontrak Freeport hingga wacana mendatangkan investor asing ke negeri ini menjadi bukti kalau Jokowi jelas antek luar negeri, ungkap salah satu koordinator aksi. Oleh karenanya Gerakan Mahasiswa Pembebasan Solo Raya mengancam pemerintah untuk segera berbenah karena kepemimpinan Jokowi yang justru menyengsarakan. Aksi ini juga sebagai protesme terhadap naiknya harga BBM.

Masih terlalu dini untuk menyimpulkan baik buruk kinerja sang presiden baru. Masih cukup waktu untuk membuktikan semua janji-janji, itu pun kalau rakyat nggak keburu geram karena keadaan yang nggak jauh berubah.