Sikap tegas langsung dilakukan pengusaha ritel Singapura sebagai bentuk protes terjadinya kebakaran hutan di wilayah Indonesia. Seluruh jaringan supermarket Singapura, NTUC FairPrice menarik produk seperti tisu toilet dan produk Asia Pulp & Paper (APP) lainnya.

Perusahaan tersebut dituding terlibat dalam daftar penyebab terjadinya kebakaran hutan di wilayah Sumatera. Gara-gara kebakaran itu, Singapura dan wilayah Asia tenggara lainnya tertimpa kabut asap pekat.

Mereka mendapat instruksi langsung dari Dewan Lingkungan Hidup Singapura terkait penarikan itu. Produk tersebut dianggap menyalahi sertifikat Green Label.

Selain tindakan penarikan produk, mereka juga meminta 17 perusahaan ritel untuk menandatangani formulir yang menyatakan bahwa mereka tidak bekerjasama dengan lima produk yang diduga terlibat kebakaran hutan Indonesia termasuk APP.

Sejak kemarin, produk-produk itu terlihat dicabut dari beberapa supermarket, termasuk 7Eleven dan toko-toko ritel lainnya.

Kepala eksekutif NTUC FairPrice, Seah Kian Peng mengatakan pihaknya merugi atas penarikan itu. Tapi ia yakin dampaknya bisa lebih baik daripada sekedar uang.

"Saya pikir itu adalah hal yang benar, itu adalah hal yang bertanggungjawab," kata Seah dilansir straitstimes.com.