Terkait insiden hilang kontak pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501, pemerintah hingga saat ini masih melakukan tindakan pencarian. Penyebab hilangnya kontak pesawat jenis air bus tersebut hingga kini masih dianalisis. Sebelumnya, pihak maskapai sendiri menyampaikan jika pesawat tersebut terbang dengan kondisi prima.

Lalu, sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab kejadian ini? Berikut adalah analisisnya.

Hindari cuaca buruk

Seperti yang diketahui, sebelum kejadian hilangnya kontak, Pilot Kapten Iriyanto meminta izin untuk melewati rute yang nggak normal lantaran cuaca buruk. Perihal buruknya cuaca in juga didukung oleh Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika, Andi Eka satya. Ia menyatakan jika keadaan di sekitar hilangnya QZ 8501 cukup buruk dengan banyaknya gumpalan awan bernama Cumulonimbus yang bisa mengganggu penerbangan.

Mendarat darurat?

Dugaan selanjutnya terkait hilangnya pesawat AirAsia tersebut lantaran pilot memaksakan untuk mendarat darurat dikarenakan suatu hal. Analisa ini diungkapkan oleh Kepala Basarnas DKI, Sutrisno. “Kami memperkirakan bahwa pesawat itu melakukan pendaratan darurat, tapi belum pasti di Pantai Belitung,” ungkapnya.

Belum dipastikan kecelakaan

Pesawat tersebut juga belum dipastikan kecelakaan, hanya hilang kontak. Dugaan ini pun disampaikan oleh Direktur Angkutan Udara Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo. “Saat ini belum terdeteksi, asumsi baru pesawat hilang kontak,”  ungkapnya dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta minggu kemarin.

Semua berharap jika pesawat yang keberadaannya masih misterius hingga saat ini tersebut, bisa segera ditemukan. Tentunya dengan semua penumpangnya yang selamat.