Sejak tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 bulan Desember lalu, masyarakat jadi makin aware dalam memilih maskapai yang akan ditumpanginya. Bahkan beberapa orang pun sengaja membatalkan tiket dan lebih memilih alat trasportasi lain. AirAsia sendiri sebenarnya bukanlah yang terburuk di dunia. Hal ini bisa diketahui dari sebuah daftar yang diunggah oleh sebuah situs Australia bernama AirlineRatings.com.

Di daftar yang sama pula, terpampang nama-nama maskapai yang lebih baik jangan digunakan karena reputasinya yang buruk. Siapa aja dan apakah ada maskapai Indonesia pada daftarnya? Intip ulasannya berikut.

Kam Air (Afganistan)

Didirikan oleh Zamari Kamgar pada 31 Agustus 2003, Kam Air menjadi yang pertama di Afganistan. Alasan kenapa maskapai ini jadi yang paling buruk adalah kejadian hilangnya pesawat dengan nomor penerbangan 904 pada 3 Februari 2005 lalu. Lewat pencarian selama dua hari, dikabarkan semua penumpangnya gagal selamat.

Nepal Airlines (Nepal)

Nepal Airlines melayani cukup banyak rute penerbangan domestik dan internasional. Namun karena manajemen serta standar keamanan yang kurang memadai, UNI Eropa melarang semua maskapai penerbangan asal negara ini termasuk Nepal Airlines.

SCAT Airlines (Kazakhstan)

Sama seperti Nepal Airlines, SCAT atau singkatan dari Special Cargo Air Transport ini dilarang oleh UNI Eropa. Padahal maskapai yang udah beroperasi pada tahun 1997 tersebut melayani cukup banyak rute domestik dan internasional. Alasannya, standar keamanannya yang di bawah rata-rata.

Waspada dalam memilih maskapai adalah hal krusial. Sebelum memutuskan untuk terbang, cek dulu fasilitas, keunggulan serta riwayatnya. Be aware, Guys!