Banyaknya pelanggaran di kawasan perairan Indonesia bikin pemerintah bertindak memperkuat pengamanan. Nggak cuma mengandalkan tenaga manusia, tapi juga pesawat tanpa awak.

Indonesia membeli pesawat tanpa awak dari Swiss. Perusahaan pembuatnya bernama UMS Skeldar bro. Indonesia adalah pelanggan pertama perusahaan ini.



Dari UMS Skeldar, Indonesia memesan sistem pesawat tanpa awak (UAV/Unmanned Aerial Vehicle) yang diberi  nama Skeldar V-200. Tampilannya seperti helikopter tapi versi alien.

Skeldar V-200 diyakini sebagai alat yang tepat untuk memantau keamanan perairan Indonesia. Terutama pengawasan dan pengintaian serta intelijen di kawasan wilayah sulit. Karena pesawat ini bisa digunakan di banyak medan seperti lahan basah atau pasir pantai bro.



Skeldar V-200 punya tinggi 1,3 meter dengan kecepatan udara maksimum 140 km per jam. Pesawat ini terbang sampai ketinggian 3000 meter dengan lebih dari 5 jam waktu terbang.