Aksi ISIS kembali memanas. Kelompok fanatik ini baru mengeksekusi 19 wanita di Mosul, Irak karena mereka menolak melakukan hubungan seksual dengan pejuang-pejuang ISIS. Tidak jelas bagaimana mereka dieksekusi, tapi mereka menjadi sandera sejak Juni tahun lalu.

“Mereka dihukum mati karena menolak untuk ‘berpartisipasi dalam praktek jihad seksual’,” kata juru bicara Partai Demokrat Kurdish pada Iraqi News.

Hasil investigasi PBB menemukan bahwa ISIS telah menjajakan perempuan seperti jajanan atau minyak dan satu perempuan bisa dibeli oleh enam laki-laki yang berbeda. Umur para wanita ini bervariasi dari 9 tahun sampai remaja belasan tahun.

Tahun lalu ISIS menyerang kawasan Sinjar di utara Irak dan menyandera ratusan perempuan Yazidi. Sebagian yang berhasil melarikan diri mengungkapkan bagaimana mereka dipaksa menikahi pejuang ISIS yang melecehkan mereka secara fisik dan seksual.

“Kadang mereka menjual kembali perempuan-perempuan itu pada keluarganya dengan harga ribuan dollar sebagai tebusan,” kata Zainab Bangura, staf khusus PBB untuk korban kekerasan seksual.

Harganya berkisar dari 75 dollar AS untuk perempuan 30-40 tahun hingga 172 dollar AS untuk anak 9 tahun. Banyak dari korban-korban yang setelah berhasil lolos pun masih berjuang dengan trauma dan berusaha bunuh diri.