Ambisius serta percaya diri yang tinggi adalah pelajaran yang bisa diambil dari seorang Jack Ma. Siapa yang nyangka jika Ma yang awalnya adalah seorang yang nggak ngerti dengan komputer dan internet, kini punya perusahaan berbasis internet terbesar, bahkan salah satu yang terbesar di dunia.

Awalnya perjalanan bisnisnya adalah ketika dirinya diajak oleh seorang delegasi bisnis dan pergi berkunjung ke Seattle. Di sana, Ma bertemu dengan seseorang yang menceritakan kepadanya tentang kehebatan internet dan menciptakan peluang bisnis dengan itu.

Mendengar motivasi semacam itu, kemudian Ma bertekad untuk mencobanya meskipun pada awalnya banyak orang sekitarnya yang mencibirnya.

Saat itu tahun 1995 dan koneksi internet masih menjadi barang asing. Meskipun nggak jago komputer sama sekali, Ma tetap berkeyakinan bahwa ia mampu menciptakan bisnis lewat cara itu.

Berbekal uang pinjaman sebesar Rp 24 juta, Ma kemudian mendirikan sebuah layanan daftar nomor telepon yang mirip Yellow Pages namun berbasis internet.

Butuh setidaknya tiga tahun hingga usahanya bisa berkembang, ketika itu internet udah mulai populer di masyarakat. Setelah itu bisnisnya semakin berkembang hingga sekarang. Bahkan pada awal abad 21, Ma berhasil membuat berbagai cabang misalnya Taobao, Tmall atau Juhuasuan.

Hingga saat ini total aset grup usaha yang dimiliknya mencapai Rp 1.655 triliun, mengalahkan Amazon bahkan eBay. Jumlah itu hampir menyamai jumlah APBN negara berkembang lho!