Minggu ini obrolan soal kehidupan pribadi Kanye West bakal kita gulirkan, mulai dari pacaran sampai hubungannya dengan kedua orang tua. Soal pacar: Minggu lalu kita udah sempat buka kartu siapa pacar Kanye. Kanye dan pacarnya Brooke Crittendon udah pacaran lebih dari setahun. "Gue rasa kami tidak pernah berpisah lebih dari tujuh hari," ujar Crittendon. "Walaupun ia gak ngobrol sama gue, ia hanya senang kalau gue berada disini," tambahnya mengenai kehadirannya di studio. Rupanya Brooke Crittendon adalah orang yang lumayan berpengaruh dalam kehidupan Kanye, karena Kanye bolak balik meminta persetujuan dan opini dari Brooke mengenai lagu yang sedang dibuatnya. Keduanya memang nggak bisa dipisahin sama sekali, bahkan keduanya punya sepasang jam Bulgari emas yang selalu dipakai barengan. Bagaimana hubungannya dengan Critendon bisa awet? Atas kuasa Tuhan, demikian menurut Crittendon. Ditanya apakah ia dapat mempercayai West, setelah berpikir sesaat Critenddone menjawab, "Kalau seseorang membuat kesepakatan gue berharap mereka akan menghargainya. Ya, gue percaya padanya, meski kadang dia kebanyakan urusan tapi dia gak pernah membuat gue merasa dinomerduakan," jawabnya. Soal orang tua: Orang tua West bercerai saat usianya tiga tahun dan West melewatkan masa sekolahnya bersama ibunya sementara musim panas bersama ayahnya yang bernama Ray. Ray juga bercerita masa kecil West saat sempat ditodong pisau oleh anak-anak sekitar yang berusaha mengambil sepda milik West. "Saat ia tidak mau memberikan sepedanya, mereka menodongkan pisau dan mengempeskan ban sepedanya. West sempat melewatkan waktunya di negara Timur bersama ibunya yang mengunjungi Nanjing University. "Saat ia kembali dari Cina, ia diledek cukup sering dengan panggilan China Boy, anak-anak kadang bisa sangat kejam," ujar Ray. Meski begitu, ternyata West lancar saja membangun rasa percaya dirinya. "Mungkin dia mendapatkan hal itu dari saya," ujar Ray. Ray jelas merupakan penggemar terbesar putranya. "Saya mengatakan padanya dengan sangat jelas kalau ia harus menyingkirkan bahasa negatif dan nigger statements. Tidak apa kalau mengucapkan di pojokan jalan, tapi tidak di level lain," ujar Ray. Sumber foto: i.a.cnn.net