Beberapa hari yang lalu marak kasus apel beracun asal Amerika Serikat yang bikin kaget banyak orang. Gimana nggak, buah produksi negeri Paman Sam tersebut udah dikonsumsi hampir seluruh populasi manusia dunia. Udah ada lima orang yang meninggal dan sangat mungkin untuk bertambah jumlahnya.

Nggak cuma kasus apel berbakteri itu aja, ada beberapa kejadian serupa yang dampaknya malah jauh lebih buruk. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Simak ulasannya berikut.

Susu produk Jepang tewaskan 100 orang lebih

Kasus keracunan parah pernah terjadi di Jepang pada tahun 1955. Penyebabnya adalah konsumsi susu formula yang ternyata mengandung arsenik dan disodium fosfat tinggi. 100 orang lebih tewas serta sekitar 13.400 orang harus dirawat.

Ikan bermerkuri tewaskan 1.784 orang di Jepang

Sebagai negara dikelilingi laut, konsumsi utama penduduk Jepang adalah ikan. Warganya udah sering menderita alergi atau gatal-gatal lantaran mereka suka mengonsumsi beberapa jenis ikan mentah-mentah. Meskipun begitu, nggak ada yang separah kejadian pada tahun 1956 di mana sebuah wabah mematikan terjadi. Hampir sekitar 1.784 orang meninggal karena mengonsumsi ikan yang diindikasi tercemar limbah pabrik yang ternyata udah membuang sisa produksinya selama hampir 36 tahun. Ngeri!

Racun terigu tewaskan 1.600 orang di Afghanistan

Selain Jepang, Afganistan juga pernah mengalami kejadian keracunan terburuk dalam sejarah. Pada rentang tahun 1972-1976 sekitar 1.600 orang tewas dikarenakan terigu beracun. Setelah diteliti lebih dalam, diketahui bahan makanan tersebut mengandung charmac yang emang berpotensi membunuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Tips yang paling aman untuk menghindari keracunan adalah dengan memastikan komposisi serta kandungan gizi bahan makanan sebelum dikonsumsi. Sedikit kepedulian bakal membawa keselamatan. Be aware, Guys!