Aktivitas kriminal online ternyata ngga hanya terjadi di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika. Namun hal tersebut juga terjadi di Indonesia dan bahkan meningkat persentasenya. Meskipun meningkat, para penyebar ancaman secara digital tersebut hanya memfokuskan penyerangannya pada bank-bank saja, karena bank mempunyai apa yang para penjahat itu inginkan.

Seperti penjelasan dari Trend Micro, serangan malware dengan tujuan bank meningkat hingga 224 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2014 ini.
Salah satu model serangan dari para penjahat online ini adalah dengan cara memberikan link palsu. Seperti ketika para penjahat online tersebut membuat tweet dalam bahasa Indonesia ketika momen terjadinya kecelakaan pesawat Malaysia MH17.

Link palsu yang dikirim melalui tweet tersebut sangat berbahaya. Ketika link tersebut diklik maka korban akan dialihkan ke laman atau domain yang banyak mengandung malware. Dengan dibawanya korban ke laman tertentu, maka akan memudahkan para penjahat untuk mencuri semua data-data termasuk dokumen rahasia yang berhubungan dengan rekening bank.

Maka dari itu, bank juga harus bersiap diri dengan berbenah dan memperkuat sistem online mereka. Pasalnya semakin lama, para penjahat akan semakin mengaplikasikan banyak cara untuk berbuat jahat.

Untuk para pengguna internet, maka jangan sekali-sekali deh klik sembarangan link. Akibatnya bisa sangat merugikan. Pasalnya udah sangat banyak kasus kejahatan online yang terjadi.