Talkmen.com --- Perubahan yang terjadi pada Bumi akibat global warming.

Yang perlu Anda ketahui tentang efek global warming.   Diantara sekian banyak kemungkinan, beberapa efek buruk dari global warming bahkan sedang terjadi saat ini.

Global warming atau pemanasan global masih menjadi topic hangat sejak muncul sebagai pembahasan paling ramai pada awal 2000an. Banyak yang tidak percaya akan hal ini, namun tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga jika teryata global warming memang sebuah opini yang akurat. Di antara banyak efek yang diprediksi, berikut kami ulas efek-efek terburuk yang diakibatkan global warming. Bahkan beberapa di antaranya telah benar-benar terjadi.

Mencairnya es di kutub, banjir dan kehancuran ekosistem laut

Kutub Utara semakin tidak stabil dari tahun ke tahun. Melelehnya es dapat menyebabkan banyak hal buruk, salah satunya adalah kenaikan air laut yang menyebabkan daratan akan tenggelam suatu saat nanti. Tidak heran jika saat ini banjir semakin menjadi-jadi, termasuk yang beberapa waktu lalu menggenangi sejumlah kota besar di Eropa.

Selain itu, bongkahan es yang mencair di Kutub Utara merupakan kumpulan air segar yang akan mengalir ke laut. Hal ini akan menyebabkan tingkat keasinan air laut akan berkurang dan ekosistem di laut akan musnah secara perlahan. Berbagai spesies makhluk hidup akan mengalami kesulitan karena bergantinya habitat. Yang mengenaskan, saat ini cairnya es di Kutub Utara telah membuat area tersebut terlihat seperti danau. Berikut fotobefore-after yang diambil dari Huffington Post:

Kebakaran dan kemarau berkepanjangan

Walaupun beberapa tempat mengalami penurunan temperatur, global warming tidak akan lepas dari bencana kekeringan. Beberapa tempat akan jauh lebih panas dari biasanya dan kemarau akan datang dengan durasi yang lebih panjang. Afrika tentu saja akan menerima akibat yang paling buruk, namun tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini akan berpengaruh pada negara-negara di Eropa. Air akan menjadi barang yang mewah, karena kekeringan telah merajalela dimana-mana. Cukup ironis, karena bagian dunia lain sedang sibuk memikirkan solusi untuk menurunkan level air laut yang terus naik.

 

Bencana kebakaran juga tidak bisa dihindari, bahkan telah terjadi di beberapa tempat seperti California, Australia dan Yunani. Polusi udara akan semakin mengganas dengan bercampurnya kabut asap serta limbah dari pabrik-pabrik raksasa. Aktivitas gunung berapi akan meningkat dan menyebabkan atmosfir menerima injeksi gas-gas berbahaya dengan intensitas yang tinggi. Belum lagi bencana angin topan yang akan semakin mengganas karena permukaan air laut yang semakin hangat.

Penyebaran penyakit semakin tak terkendali

Perubahan iklim yang dahsyat akan merusak habibat banyak makhluk hidup, namun tidak bagi beberapa spesies hewan pembawa penyakit. Seiring dengan bertambah hangatnya iklim di banyak tempat, mereka akan semakin mudah beradaptasi dengan lingkungan yang sesuai kebutuhan. Hewan seperti nyamuk, tikus dan pembawa penyakit lainnya memang lebih bisa beradaptasi di daerah yang hangat.

 

Asma dan alergi adalah penyakit yang akan mewabah dengan cepat akibat global warming. Efek dari penyebaran ini didapatkan dari berbagai jenis penyebab yang terjadi, mulai dari kabut asap yang akan mempersulit raihan oksigen yang bersih, hingga hijrahnya berbagai spesies hewan ke tempat yang tidak bisa mereka datangi sebelumnya.

Konflik dan peperangan

Bukan tidak mungkin jika suatu saat konflik antar negara akan pecah karena global warming. Migrasi besar-besaran akan terjadi dimana-mana, sementara penghuni suatu negara tidak rela jika persediaan dan tempat tinggal mereka direbut oleh orang asing. Cuaca panas akan berpengaruh pada emosi manusia, sehingga masalah kecil saja bisa mengantarkan seseorang pada perang besar dengan banyak korban jiwa.

 

Dafur, Sudan adalah salah satu bukti nyata efek dari pergantian iklim yang ekstrim. Kemarau berkepanjangan akibat tipisnya curah hujan selama dua dekade terakhir menyebabkan daerah tersebut menjadi sebuah medan perang.  Bencana tersebut mengantarkan penduduk pada kepanikan, kekerasan dan tidak stabilnya keadaan antar satu sama lain hingga perebutan makanan dan sumber air. Tidak mustahil jika suatu saat efek global warming akan mengakibatkan situasi ini akan terjadi juga di negara-negara besar. Pasalnya, ekonomi akan ikut hancur dengan adanya bencana-bencana tak terhindarkan seperti banjir bandang, angin topan hingga kebakaran.

Should we panic?

Meskipun efeknya telah muncul ke permukaan sedikit demi sedikit, banyak yang bisa Anda lakukan untuk mencegah datangnya bencana-bencana tersebut. Edukasi dan kampanye go green telah banyak dilakukan dimana-mana, sehingga tidak sulit untuk berpartisipasi dalam pencegahan global warming. Namun yang terpenting adalah, Anda tidak boleh lupa untuk mengaplikasikan dan mengajarkan pola hidup yang lebih baik pada generasi muda. Alasannya sudah jelas, masa depan Bumi ada di tangan kita dan para generasi penerus.