Talkmen.com --- Istri atau pacar selingkuh? Sakit hati tentu. Penasaran kenapa mereka bisa berpaling ke lain hati? Cari tahu jawabannya di sini. So your girlfriend cheated on you? Hmmm... Sebelum kamu marah-marah dan merasa kecewa dan mulai melempar berbagai umpatan ke pacar kamu, coba tenang dulu dan pikir lagi. Nggak semua cewek itu segitu slutty-nya lho, sampai mereka mau berselingkuh. Kenyataannya, sebenarnya ada juga laki-laki yang berselingkuh karena kami memang nggak cukup baik jadi pacar, sehingga dia memilih mencari yang lain. Jadi tolong bedakan dulu cewek-cewek yang pada dasarnya 'gatel' dengan mereka yang 'proaktif' mencari laki-laki yang lebih baik sebelum putus sama kamu, karena saya yakin pasti ada yang salah di dalam hubungan kalian sampai dia harus mencari perhatian dari orang lain.

So, why do we cheat?

1. You Cheated First Okay, kalo sampe kamu yang selingkuh duluan dan masih bertanya-tanya kenapa dia juga selingkuh, itu sih kamu aja yang kebangetan. Sudah pasti pacar kamu akan kecewa karena kamu selingkuh. Manifestasinya, dia bisa saja jadi penasaran... apa sih rasanya selingkuh, jadi 'males' sama kamu, atau ya sekedar pengen bales dendam aja, walaupun akhirnya dia masih mau jadian sama kamu. Biar impas, istilahnya. Kalau alasan dia berselingkuh adalah karena kamu yang duluan selingkuh, lebih baik kamu terima aja kenyataan ini. Nah, kalau kalian udah sama-sama saling selingkuh, pikir lagi, masih worth it nggak hubungan ini dijalani?

2. Something Is Wrong in the Relationship Kalau kamu: - Kasar mentally, verbally, bahkan sexually abusive - Clingy, available 24/7 sekaligus 'ganggu' 24/7 - Insecure sehingga jadinya mengekang - Sering membandingkan pacar kamu dengan mantan - Pemalas dan nggak punya tujuan hidup - Pokoknya nyebelin, deh! Lagi-lagi, tolong jangan tanya saya kenapa pacar kamu selingkuh. Sama seperti poin nomor 1, kalau ternyata kamu bukan pacar yang baik dan melakukan hal-hal di atas, cepat atau lambat pacar kamu juga akan jadi jengah sendiri dan mencari perhatian dari orang lain. Walaupun kami ini perasa dan lebih gampang nangis dari kamu, percayalah, pada satu titik kami akan capek juga. Akibatnya, kami bahkan bisa move on sebelum putus dan mencari hal-hal yang tidak bisa kamu penuhi di orang lain yang lebih pantas mendapatkan kami. Jadi sebelum marah-marah dan merasa sebagai pacar yang tersakiti, coba introspeksi dulu, deh.

3. Bosan Sudah hukum alam kalau setiap hari kamu selalu melakukan rutinitas yang sama atau makan menu yang itu-itu saja, kita akan cenderung cepat bosan. Begitu juga dengan hubungan. Ritual pacaran dengan orang yang sama bertahun-tahun pada satu titik juga akan melahirkan perasaan jenuh. But it's only natural. Yang terjadi ketika kita gagal 'menyegarkan' hubungan itu adalah keinginan untuk mencari tahu rasa lain di luar sana. Entah itu dari segi fisik, cara menunjukkan perhatian, topik obrolan, selera humor, bentuk perhatian, atau bahkan urusan tempat tidur. We start to get curious, what is it like out there? Is it more fun? Is there something different? Is it better? Alasan lain, kami kadang cuma nyari greget seru-seruannya aja. Sneaking out is kind of adventurous, you know. Melakukan sesuatu yang terlarang itu jauh lebih bikin deg-degan... and sometimes, what we need is the adrenaline rush.

4. The Harsh Truth: You're Not the One Selama hidup kita tidak akan pernah berhenti mencari kebahagiaan. Selain mengejar karier dan kesejahteraan hidup, kami juga bermimpi punya pasangan yang bisa melengkapi. Mungkin hubungan kamu dan dia sekarang baik-baik saja, tenang, dan jauh dari berantem-berantem nggak perlu.

But there's one spot in her heart that you just can't click no matter how good and kind you are as a boyfriend.

Bukan kamu kurang setia, bukan kamu kurang mendengarkan, bukan kamu kurang sayang... bukan tentang kamu. Ungkapan "kamu terlalu baik buat aku" itu klise dan salah menurut saya. Kamu mungkin baik, tapi kalau kalian emang nggak cocok, ya nggak cocok aja. Kalau kamu doang yang merasa cocok, ya itu bukan cocok namanya.

Intinya, kadang kita harus berbesar hati menerima kenyataan kalau bukan kamulah yang dia cari. Bukan karena kamu salah, tapi karena dia nggak merasakan chemistry itu.

Dan hubungan tanpa chemistry berpotensi membuat kami mencari 'unsur kimia' lain yang lebih 'klik'. Thus we cheat because we need to be certain whether you really are the one we're looking for. If you are not... then just leave us, 'cause nobody deserves to be an option.

So, these are some of the major reasons of why we cheat. There could be more and in some cases they are even more specific or absurd. But at least you get the idea. Hope it won't stop you from looking, though ;)