Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini melancarkan aksi protes kepada pengelola jejaring sosial Twitter. Soalnya ada banyak iklan-iklan resmi yang kontennya mengandung nudity dan pornografi, Bro. Nggak cuma itu, ada pula link yang menghubungkan ke situs-situs dewasa. Wah, bisa berabe kalau diakses oleh anak-anak yang belum cukup umur.

Selain itu, kian hari kian banyak pula akun-akun Twitter yang menonjolkan pornoaksi dalam kicauan-kicauannya. Nggak hanya dari luar negeri, ada banyak pula akun Twitter seperti itu yang mengeksploitasi cewek-cewek lokal. Hayo, ada berapa diantara loe yang follow akun-akun tersebut?

Kominfo mengatakan telah mengirimkan surat kepada Twitter dan mendesak pihak developer supaya membuat kebijakan yang tegas soal melakukan filtering melalui Twitter sendiri atas kebijakan periklanan dan promoted tweet supaya nggak menempatkan konten negatif untuk dijadikan produk yang dipromosikan.

Selain itu, Kominfo juga meminta Twitter melakukan pendalaman dengan semakin banyaknya akun-akun berisi nudity dan pornografi, dan melakukan penghilangan secara total atau setidaknya membuat agar tidak dapat diakses/dibuka dari Indonesia, terhadap akun-akun apa saja yang memang ditargetkan berisi nudity dan pornografi.

Berdasarkan siaran persnya hari Jumat kemarin (5/6), Kominfo juga telah mengincar sekitar 415 akun yang terkait dengan konten negatif nudity dan pornografi (ada pemakaian istilah lokal Indonesia) untuk dilakukan pemblokiran/penutupan pada Twitter.

Asal loe tahu, Bro. Mengedarkan hal-hal yang berbau nudity dan pornografi kepada masyarakat itu melanggar aturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. So, bijaksana dalam bermedia sosial itu penting. Nggak hanya buat diri loe sendiri, tapi juga orang lain.