Merdeka.com --- Jatuhnya korban konflik politik Mesir semakin besar. Terakhir data melansir mereka yang tewas hingga 830 orang. Kantor berita Reuter melaporkan, Senin (19/8), bentrokan tak hanya terjadi di jalan-jalan Mesir melainkan juga di dalam penjara. Sekitar 38 anggota Ikhwanul Muslimin ditahan tewas. Kementrian dalam negeri mengatakan mereka tewas hendak melarikan diri dan penyebab nyawa hilang akibat gas air mata. Mereka juga menyandera seorang sipir. Seorang sumber mengatakan tahanan tersebut tewas lantaran sesak nafas sebab harus berdesakan dalam satu mobil van. Peristiwa ini paling kelam sepanjang sejarah Mesir, bahkan lebih berdarah dari penggulingan Husni Mubarak. Semua terjadi lantaran kudeta militer melengserkan Muhammad Mursi. Mursi terpilih lewat pemilihan umum namun harus terganti setelah satu tahun menjabat hanya karena dinilai tidak becus memakmurkan Mesir dalam setahun setelah kerusakan 30 tahun oleh Mubarak. Hingga kini Mursi belum menampakkan diri. Militer masih menahan dia sampai batas waktu tidak diketahui.