Seperti yang telah prediksikan sebelumnya, bahwa dua tim unggulan yang mendominasi di hari ke 2 Open Run Medan adalah tim Ice Cream Streetball dan Juara bertahan 2 tahun berturut-turut, Universal Streetball. Tim yang masing-masing dimotori oleh 2 Allstar Nasional kita, yaitu Rahmad AKA Invisible yang berada di tim Ice Cream Streetball dan Lana AKA Money Man yang bermain di tim Universal Streetball yang mana kedua tim berhasil lolos dengan mulus hingga ke babak perempat final Open Run ini.   Kedua tim ini tidak hanya bermain dengan skill basic basket biasa, tetapi mereka memiliki pemain-pemain dengan skill streetball yang sangat bagus. Seringkali trik-trik menipu lawan, serta dunk-dunk yang spektakuler diperlihatkan oleh tim ini, sehingga membuat lawan kedua tim ini menjadi down duluan dan akhirnya kalah. Hal serupa juga ditunjukkan oleh tim Polonia Ball Star, Juara Open Run Medan tahun 2009, yang juga lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan lawan-lawan nya di babak penyisihan dengan mengandalkan speed dan fundamental basket yang sangat baik. Ketiga tim ini pun akan bergabung dengan 5 tim lainnya, yaitu Ballstar Medan, Freedom Streetball A & B, Aku Cinta Mama, dan Ballers Squad, yang semuanya akan bertanding merebut gelar Juara Open Run Medan 2012.   Pertandingan-pertandingan di babak perempat final ini berlangsung seru dan cukup menghibur. Walaupun sejak awal harus diakui, kekuatan tim Juara bertahan, Universal Streetball sangat kuat baik dalam offense ataupun defense. Frontman mereka, Lana AKA Money Man, bukan hanya memiliki kemampuan dalam mendapatkan POINT BREAKER berkali-kali, tetapi dia juga memiliki skill fundamental basket yang sangat baik. Hal ini terbukti karena dia aktif bermain untuk klub basketnya, dan juga pernah tergabung di dalam tim pelajar kota Medan. So, a bag full of tricks combined with great fundamental skill....it means: UNSTOPPABLE!! Allstar Nasional kita yang lainnya pun gak mau kalah juga. Rahmad AKA Invisible bersama tim Ice Cream Streetball jelas telah menunjukkan perkembangan yang begitu pesat setiap tahunnya dengan permainan-permainan teamwork dan fundamental. Hal ini terbukti ketika tim Ice Cream Streetball harus berhadapan dengan tim kuat, Polonia Ballstar. Bukannya menjadi ciut, mental para pemain Ice Cream Streetball justru semakin menggila dan tampil dengan sangat berani. Melawan tim yang dikenal dengan basic dan fundamental basket yang sangat baik, Ice Cream Streetball tetap memperlihatkan bahwa di kompetisi LA Lights Streetball, selain permainan