Merdeka.com --- Sebuah ajakan memperingati Hari Berciuman Nasional dalam laman jejaring sosial Facebook muncul di Mesir. Acara ditulis bakal digelar akhir bulan ini mengundang reaksi keras namun sekitar 4.000 orang menyanggupi untuk datang ke acara tersebut. Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Ahad (25/8), laman dilansir 10 Agustus itu tidak memberikan keterangan bagaimana cara orang Mesir melaksanakan hari nasional berciuman itu. Mereka hanya menuliskan, 'Tidak ada yang lebih indah dibanding melihat orang saling mencintai dan bertukar ciuman'. Laman itu juga menuliskan 'Dengan cinta kita bangun masyarakat sehat seimbang. Jangan pikirkan tabu yang menyebarkan kebencian dan ekstremisme'. Acara di laman itu lebih diterima kaum muda Mesir. Namun kini laman itu dilaporkan tidak ada lagi. Pembuat laman secara resmi menghilangkan ajakan itu lantaran menerima intimidasi dan tekanan dari banyak pihak. Meski demikian laman ajakan serupa bermunculan dan lebih spesifik menyebutkan tempat yakni di Kota Alexandria, Tanta, atau Port Said. Banyak kalangan menyebut kegiatan ini sia-sia dan bodoh. Seorang pengguna akun Twitter @Copticorner menuliskan, 'berpegangan tangan antar suami-istri saja tidak boleh di publik dan Anda mengajak mereka berciuman? Bodoh'. Namun ada pula mendukungnya. Pengguna akun Twitter lain @AbeerEtefa mengatakan 'Ini kegiatan yang dibutuhkan Mesir sekarang'. Pengamat politik dan sosiolog Said Sadek mengatakan laman ini muncul sebab banyak pihak jenuh atas kekerasan terjadi di Negeri Sungai Nil itu. "Tapi ini tidak akan berhasil dengan alasan keagamaan," ujar Sadek. Baik Islam dan Kristen di Mesir mempunyai aturan ketat soal agama. Berciuman di muka umum bakal membuat pelakunya dipenjara serta denda.