Merdeka.comDengan mengusung kampanye "Cleaning the Web 2014," pemerintah Tiongkok berhasil menutup lebih dari 100 situs porno dan ribuan account di media sosial.

Keuletan dan tindakan tegas sekaligus nyata pemerintah Tiongkok itu benar-benar dilakukan karena di negara tersebut, segala hal yang berbau pornografi sangat dilarang.

Seperti dikutip dari Antara (21/04), dengan menutup 110 website dan 3.300 account di jejaring sosial berbau pornografi, berarti secara total, pemerintah Tiongkok telah berhasil membumihanguskan lebih dari 200 ribu konten-konten berbau porno di internet sejak Januari lalu.

"Menyebarkan informasi pornografi secara online sangat merugikan kesehatan secara fisik dan mental bagi anak di bawah umur, juga merusak etos sosial," kata seorang pejabat tidak dikenal kepada State Internet Information Office yang dikutip Xinhua.

Kampanye yang berlangsung hingga November itu muncul setelah tindakan keras terhadap WeChat, aplikasi pesan buatan Tencent Holdings Ltd, yang punya puluhan akun bersuara vokal dinonaktifkan.

Kampanye tersebut juga merupakan langkah lanjutan sejak tahun lalu sebagai alat untuk menghukum mereka yang mengkritik Partai Komunis yang berkuasa, melalui media sosial Weibo, versi Tiongkok dari Twitter.

Salah satu situs portal Tiongkok, Sina Corp, untuk sementara menutup seluruh bagian bacaan online segera setelah kampanye tersebut diluncurkan. Perusahaan itu mengatakan dalam pernyataan di Weibo bahwa "karya yang berisi konten tidak pantas telah muncul." 

Pekan lalu, sebuah pengadilan di Beijing menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun kepada seorang lelaki karena menyebarkan desas desus di Weibo bahwa pengadilan tersebut telah mencemarkan nama selebriti dan pemerintah.