Teknoup.com --- Akuisisi divisi perangkat Motorola Mobility oleh Lenovo terlihat seperti kesepakatan yang terjadi tiba-tiba, namun ternyata kisahnya sudah dimulai sejak tahun 2011. Menurut laporan Wall Street Journal, Lenovo adalah salah satu peminat Motorola di tahun tersebut, namun tentu saja kalah dari penawaran senilai 12,5 miliar dolar dari Google pada tahun 2012, ditambah lagi nama besar Google lebih menjanjikan bagi Motorola yang tengah merangkak dari kesulitan.

CEO Yang Yuanqing menyatakan pada Eric Schmidt mengenai ketertarikannya pada Motorola bahwa jika Schmidt dan Google tidak tertarik pada bisnis perangkat keras Motorola, mereka dapat menjualnya kepada Lenovo. Pembicaraan ini terjadi di tahun 2013. Lenovo sendiri tahun lalu dikabarkan berminat dengan BlackBerry, yang artinya mereka memang berniat memperkuat diri di Amerika Utara.

Kesepakatan ini memang belum selesai, alias masih menunggu persetujuan regulator di Amerika Serikat, serta diselidiki oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat. Meski demikian Lenovo disebutkan tidak begitu khawatir mengenai hal ini.