Merdeka.com --- Buntut penahanan 90 orang mafia saat penggerebekan besar-besaran oleh polisi Italia berujung ricuh. Mafia mengancam meledakkan menara miring di Kota Pisa atau dikenal Menara Pisa.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (25/1), para mafia pernah merencanakan ini dua dekade lalu. Pada 1992 mereka pernah menabuh genderang perang pada negara dan melancarkan serangan terhadap sejumlah polisi dan hakim. Sarana publik pun banyak menjadi sasaran seperti museum dan alat transportasi.

Tak hanya itu, para mafia juga meminta bantuan teroris demi menentukan target. Salah satu teroris langganan mafia yakni Paolo Bellini. Bellini dijuluki mawar berkelopak hitam yang menyarankan pada para mafia agar berhenti menyasar warga sipil dan sebagai gantinya merusak harta negara dan bangunan artistik bernilai sebagai gantinya.

Mafia Nino Gioe salah satu dihasut oleh Bellini mengatakan peledakan paling terasa yakni di Menara Pisa. "Bayangkan jika seluruh penduduk Pisa bangun dan menara mereka sudah tidak ada," ujarnya.

Rencana pada 1992 ini pun akhirnya gagal menyusul penangkapan tokoh Mafia dari Sisilia Toto Riina. Bahan peledak pun ditemukan polisi.

Ini memang rencana mengerikan. Pemerintah bersiap atas peledakan simbol dari Italia dan situs warisan dunia. Menara miring hingga kini menjadi simbol dari perjuangan melawan kriminalitas. Kini menara itu kembali menerima ancaman peledakan.

Menara di bangun pada abad ke 12 itu sudah menjadi bagian dari Italia. Monumen itu dibangun di atas tanah yang sebelahnya lebih lunak hingga menara tidak berdiri dengan tegak. Meski di awal menara ini sempat ingin dirubuhkan namun ternyata berhasil menjadi ciri khas Kota Pisa dan mengundang sekitar enam juta orang saban tahun untuk berkunjung ke sana.